TIDORE, KAIDAH MALUT – Sebanyak 50 siswa-siswi SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan mengunjungi Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis, 10 September 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program rutin OSIS SMAN 1 Tidore bertajuk “Kunjungan Tokoh”. Dalam kegiatan itu, Ahmad Laiman didampingi Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo.

Ahmad Laiman mengapresiasi inisiatif pihak sekolah yang mempertemukan siswa dengan tokoh pemerintahan. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk memperluas wawasan siswa mengenai kepemimpinan sekaligus memberikan gambaran tentang perjalanan karier di masa depan.

Ia kemudian menyampaikan tiga hal yang menjadi bekal penting bagi siswa untuk meraih kesuksesan, yakni berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan mampu berinteraksi dengan sesama.

“Pertama, berbakti kepada kedua orang tua. Kedua, hormati guru. Dan ketiga, pandai berinteraksi dengan sesama,” tegas Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya organisasi bagi pengembangan diri siswa.

Ia menilai organisasi dapat menjadi wadah untuk belajar bekerja sama, membangun kemampuan kepemimpinan, serta mencapai tujuan bersama.

Untuk memotivasi para siswa, Ahmad turut mengisahkan perjalanan Thomas Alva Edison sebagai contoh pentingnya tekad dan konsistensi, dalam meraih prestasi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa untuk terus belajar, aktif berorganisasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi Kota Tidore Kepulauan.

Sementara itu, guru SMAN 1 Tidore Mansur Barakati menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota, yang telah menerima kunjungan para siswa.

Mansur menjelaskan, “Kunjungan Tokoh” merupakan program tahunan OSIS SMAN 1 Tidore. Pada 2023, OSIS mengunjungi DPRD Kota Tidore Kepulauan, sementara pada 2024 dan 2025 kegiatan tersebut belum terlaksana karena sejumlah kendala.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mempertemukan siswa dengan tokoh yang memiliki pengalaman perjalanan karier sehingga dapat memberikan gambaran dan pencerahan bagi siswa dalam menentukan masa depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa antusias mengajukan pertanyaan terkait kepemimpinan, tantangan dalam pemerintahan, hingga motivasi untuk berkarya bagi daerah.