HALSEL, KAIDAH MALUT – Satuan Tugas Wilayah Maluku Utara Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Maluku Utara, menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang) pada Sabtu, 18 Juli 2026, di SMA Negeri 1 Halmahera Selatan.
Densus 88 Goes To School menyasar siswa-siswi dengan tujuan mencegah bahaya penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) dan bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE), serta pengawasan terhadap anak dalam penggunaan media sosial.
SMA Negeri 1 Halmahera Selatan menjadi sekolah pertama untuk sosbang Densus 88 Goes To School: Save Generation. Kurang lebih sekitar 1.200 siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
IPDA Adhy Rahmansyah selaku Katim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, dalam sambutannya menyampaikan terdapat sekitar 112 anak terpapar radikalisme-terorisme yang tersebar di 26 wilayah di Indonesia.
“Dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Barat sebanyak 18 anak, Maluku Utara sebanyak 2 anak dengan rentang usia 10-18 tahun,” ungkapnya.
Kerentanan remaja terhadap proses radikalisasi yang berlangsung bertahap dan relatif koheren secara ideologis. Paparan umumnya, kata dia, melalui keluarga, lingkungan sosial, dan propaganda, serta glorifikasi aksi teror yang membingkai kekerasan sebagai bentuk perjuangan atau pengorbanan.
“Di sisi lain, 70 anak terpapar tipe TCC tercatat di 18 provinsi dengan 67 anak telah mendapatkan intervensi. Kasus terbanyak ditemukan di Jakarta sebanyak 15 anak, Jawa Barat 12 anak, dan Maluku Utara 2 anak dengan rentang usia 11-19 tahun,” paparnya.
Lebih lanjut, kata dia, ini berbeda dari radikalisasi terorisme. Kekerasan pada kelompok ini bersifat nihilistik dan tidak koheren secara ideologis, lebih dipicu oleh faktor psikososial seperti perundungan, kekerasan domestik, keterasingan, dan konsumsi intensif konten kekerasan daring.
IPDA Adhy Rahmansyah berharap melalui sosbang ini, para siswa-siswi lebih bijak dalam penggunaan media sosial dan bermain game online.
“Setelah kegiatan sosbang ini para siswa-siswi diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta menjadi generasi muda yang cerdas, kritis, berkarakter, dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan