Sementara untuk posisi jabatan Kepala SMP Negeri 1 Kota Ternate, Kepala SMP Negeri 4 Kota Ternate dan Kepala SMP Negeri 10 Kota Ternate tidak berganti.

“Jadi yang tadi itu SMP Negeri 1 Kota Ternate, SMP Negeri 4 Kota Ternate dan SMP Negeri 10 Kota Ternate masih tetap, SMP di Kecamatan Batang Dua juga masih tetap. Yang dilantik itu pelaksana tugas dan defenitif,” kata Muslim.

Muslim mengaku, pihaknya tidak mencari perangkingan juara baik satu, dua atau tiga, tetapi pihaknya mencari calon Kepsek yang mempunyai kompetensi.

“Kalau saya buat skala 0-50, tidak ada satu pun peserta yang nilainya 50. Kalau saya buat skala 50,1 sampai 60 adalah cukup, tidak ada satupun peserta yang berada di wilayah itu. Kalau skala 90-150 sangat memuaskan, maka semua peserta berada di wilayah tersebut berarti Wali Kota sebagai PPK bisa mengambil siapa saja diantara 29 orang itu,” terangnya.

Meski begitu, Muslim menyebutkan, dalam pelantikan tersebut sudah sesuai hasil seleksi. Ia juga menegaskan, bahwa pelantikan tersebut tidak ada titipan ataupun intervensi dari pihak mana pun.

“Apa yang kita lantik tadi tidak ada di luar hasil pansel, itu semua sesuai hasil pansel. Ini menunjukan pelantikan tadi berdasarkan hasil seleksi. Tidak ada satu pun titipan dan intervensi dari siapa pun,” tegasnya.

Muslim juga menyebutkan penyebab penundaan pelantikan Kepsek, lantaran salah satu Kepala dinas andalan masih di luar kota.

“Kemarin ditunda pelantikan itu, karena Kadis andalan masih di Jakarta, sehingga belum dilakukan pelantikan dan tidak ada tekanan,” cetusnya.

Sementara untuk satu nama yang dibatalkan, kata Muslim, itu karena kesalahan administrasi.

“Tadi ada yang datang, tetapi tiba-tiba dibatalkan, karena ada kesalahan administrasi. Saya hanya melaksanakan pelantikan, kemudian sudah dapat undangan lalu berubah, ini karena ada kesalahan administrasi. Kesalahan ada di BKPSDM, nanti tanya ke BKPSDM,” pungkasnya.*