HALTIM, KAIDAHMALUT — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melaksanakan penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes sekaligus panen raya padi di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Ahad 3 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi komoditas pangan strategis.
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan bawang merah, membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar mampu menjaga ketersediaan pasokan pangan, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bank Indonesia berkomitmen mendukung penguatan sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pondok pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan. Kami berperan sebagai strategic orchestrator untuk mendorong peningkatan produktivitas komoditas pangan strategis, memperkuat rantai pasok, serta membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” ujar Fadhil.
Ia menjelaskan, demplot bawang merah varietas Bima Brebes dikembangkan di lahan seluas satu hektare yang dibagi menjadi empat petak masing-masing seluas 0,25 hektare. Program tersebut menggunakan sekitar 1.200 kilogram benih dengan masa tanam 55 hingga 65 hari.
Seluruh proses budidaya akan mendapat pendampingan tenaga ahli mulai dari penanaman hingga panen dengan target produktivitas mencapai 8–10 ton per hektare.
Selain penanaman bawang merah, kegiatan juga dirangkaikan dengan panen raya padi bersama Pondok Pesantren Ibadurrahman sebagai implementasi Program Kemandirian Pangan Pesantren.
Fadhil menyebut, sejak 2025 pengembangan budidaya padi di lingkungan pesantren dimulai dari lahan satu hektare dan kini berkembang menjadi enam hektare melalui konsep pertanian terintegrasi. Produktivitas panen diperkirakan mencapai 5–6 ton gabah per hektare.
Menurutnya, BI secara bertahap telah memberikan berbagai dukungan kepada Pondok Pesantren Ibadurrahman, mulai dari pembangunan sarana pertanian, Rice Milling Unit (RMU), mesin tanam padi, combine harvester, hingga pelatihan hilirisasi bawang merah. Pada 2026, BI juga akan menyalurkan bantuan melalui Program AIR Berkah Indonesia berupa peningkatan kapasitas dan bantuan unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK).
Tak hanya itu, BI bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga telah mendukung berbagai kelompok tani di daerah tersebut sejak 2014 melalui bantuan laboratorium, rumah pengering, kandang sapi, combine harvester, traktor, hingga berbagai sarana pertanian modern lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di daerahnya.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Maluku Utara. Ini bukan pertama kali, karena sudah berulang kali memberikan bantuan sarana pertanian kepada petani di Halmahera Timur,” kata Anjas.
Ia berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
“Semoga program ini berhasil. Kalau berhasil, model seperti ini bisa diterapkan kepada kelompok-kelompok tani lainnya di Halmahera Timur,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan