Jumat, 12 Juli 2024

Kesra Halbar Diduga Manipulasi Data Penerima Insentif Badan Syara

Ilustrasi (Foto: Istimewa/Kaidahmalut)

HALBAR, KAIDAH MALUT – Bagian Kesra dan Tenaga Kerja Pemkab Halmahera Barat, Maluku Utara diduga, menggunakan data fiktif untuk penerima insentif Badan Syara.

Dugaan itu terjadi selama 2 tahun kepada salah satu petugas Badan Syara di Halmahera Barat.

Data yang malut.kaidah.id peroleh, Pemda Halbar memberikan insentif bagi para pendeta dan imam di semua desa, di Halbar sebesar Rp4,5 juta per bulan.

Misalnya, Hasim Mokan yang tidak lagi menjabat petugas masjid Agung Sigi Lamo Jailolo, tapi namanya masih dicatut sebagai penerima insentif.

Hasim sudah berhenti sejak tahun 2020, namun nama dan tanda tangan sebagai penerima insentif di triwulan I tahun 2022 masih ada.

Salah satu staf Badan Syara di masjid Agung Sigi Lamo mengungkapkan, nama tersebut tidak aktif lagi sejak 2020.

“Iya dia (Hasim Mokan) itu sudah berhenti dari tahun 2020,” singkat petugas masjid yang enggan namanya dipublis.

Sementara itu, Kasubag Bina Mental Spritual Bagian Kesra dan Tenaga Kerja, Asrawi Basra saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

Menurutnya pengakuaannya, Hasim Mokan masih aktif di masjid Agung Sigi Lamo.

“Ngoni mau bikin berita kong? nanti sudah baru ketemu,” ucapnya melalui via telepon. (*)