JAKARTA, KAIDAH MALUT – Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, melakukan pertemuan penuh kekeluargaan dan santai dengan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Pertemuan yang berlangsung di lapangan tenis Kementerian Agama RI itu, Rektor IAIN Ternate didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Amar Manaf, dan Kepala Bidang Pendidikan Islam Yamin Tjokra.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menegaskan, IAIN Ternate menjadi prioritas untuk alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), karena dinilai sebagai kebutuhan strategis bagi daerah Maluku Utara.

“IAIN Ternate menjadi prioritas alih bentuk menjadi UIN, karena menjadi kebutuhan daerah,” kata Menteri Agama.

Selain itu, Menteri Agama juga mengarahkan, agar pengembangan kampus IAIN Ternate dipusatkan di Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Menurutnya, keberadaan kampus di Sofifi, akan memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Menteri Agama juga meminta, agar kampus nantinya diberi tanggung jawab mengelola Masjid Raya Shafful Khairaat, yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara.

Ia menegaskan, kampus sebagai kelompok intelektual moderat, dinilai layak mengelola masjid raya tersebut karena tidak berpihak kepada mazhab maupun organisasi tertentu.

“Masjid adalah milik umat Islam, bukan milik kelompok atau ormas tertentu. Yang layak mengelola adalah kampus,” tegas Menteri Agama.

Karena itu, Menteri Agama meminta, agar pihak kampus segera menyiapkan lahan yang berada dekat dengan Masjid Raya Shafful Khairaat Sofifi untuk mendukung rencana pengembangan tersebut.

Tak hanya itu, Menteri Agama juga menekankan pentingnya pengembangan program studi, yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Untuk konteks Maluku Utara, ia menilai sektor pertambangan sangat potensial, sehingga perlu dikembangkan Fakultas Pertambangan atau Program Studi Teknik Pertambangan.

Bahkan, Menteri Agama meminta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno, untuk mengawal proses alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate. (*)