TERNATE, KAIDAH MALUT – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Muchlis Djumadil berjanji akan menaikan insentif para guru suka rela PAUD di tahun 2025 mendatang. Pasalnya honorium yang diterima hanya Rp150.000 per bulan.

Muchlis bilang, jumlah PAUD di Ternate sebanyak 90, tetapi yang aktif hanya 80 sekolah dan tidak semua sekolah memiliki guru suka rela.

“Guru PAUD ini kan biasanya di SK-kan oleh kepala sekolah, tetapi kami dan DPRD prihatin. Jujur saja, pendidikan di sekolah PAUD berbeda dengan di SD dan SMP bahkan cara mendidiknya pun beda,” tutur Muchlis.

Dirinya berharap ada dorongan dari DPRD Ternate terkait pengusulan penambahan honor guru suka rela. Sehingga di tahun anggaran 2025 bisa diakomodir TAPD. Pasalnya, sambung dia, untuk tahun ini keuangan mengalami defisit sehingga tidak memungkinkan untuk menaikan honor guru PAUD.

Itulah sebabnya, honor guru suka rela di PAUD sangat minim lantaran kemampuan anggaran daerah tidak mencukupi, apalagi kebanyakan PAUD berstatus swasta.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Disdik Ternate. Ia mengaku, baru mengetahui, jika insentif guru suka rela di PAUD hanya dibayar sebesar Rp150.000 per bulan.

Ini, kata dia, tak sebanding dengan pengajaran yang dilakukan para guru suka rela.

“Saya sudah dengar di rapat bahwa honor guru suka rela PAUD hanya Rp150.000 per bulan. Ini harus diperhatikan dan kalau boleh harus ada tambahan,” pungkasnya. (*)