Jumat, 12 Juli 2024

Bimtek ke Bali, Pemkot Ternate Diminta Mempertimbangkan Kapasitas Fiskal Daerah

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Ternate, Aziz Hasyim | Foto: Halik Djokrora/Kaidahmalut

TERNATE, KAIDAH MALUT – Rencana keberangkatan 78 Lurah di Ternate untuk mengikuti Bimbingan teknik (Bimtek) di Bali, menjadi sorotan sejumlah pihak.

Selain, Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate, ada juga tanggapan dari Akademisi. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate, Aziz Hasyim misalnya.

Aziz menyebutkan, rencana Bimtek para Lurah ke Bali harus bisa dipertanggungjawabkan ketika mereka kembali. Dasar Pemkot untuk mengupgrade kapasitas para Lurah ini, merupakan sesuatu hal baik yang patut diapresiasi.

Hanya saja, model mengasa kemampuan Lurah-lurah ini harus dipikirkan kembali dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah.

Bukan tanpa sebab, pasalnya, jika saja Bimtek ini merupakan hal yang urgen, maka sah-sah saja. Namun, jika sebaliknya, maka ini bisa disebut menghambur-hamburkan uang atau sekedar plesiran yang berkedok Bimtek.

“Yang mesti dilihat adalah urgensi keberangkatan kurang lebih 78 Lurah untuk mengikuti Bimtek di Bali nanti, maka akan dilihat apa dampaknya setelah mereka kembali, dengan maksud untuk melakukan perbaikan yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan dilevel kelurahan,” terang dia.

Apabila hanya sekedar hadir dan mendengarkan arahan di Bali, maka sebaiknya ada opsi lain yang digunakan, seperti mengundang para pemateri untuk datang ke Ternate.

Opsi ini juga, untuk mengirit anggaran yang ditaksir mencapai Rp1,14 miliar yang diperuntukan para Lurah mengikuti Bimtek. Sementara dengan kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan, sebaiknya ini bisa dilakukan di Ternate tanpa harus berangkat ke luar kota.