Minggu, 14 Juli 2024

Desember, Pelantikan Pengurus Suku Wayoli Dilantik

Foto bersama Ketua terpilih Suku Wayoli dan pengurus yang baru di Sekretariat Suku Wayoli, Kecamatan Jailolo | Foto : Marwan/Malut Kaidah

HALBAR, KAIDAH MALUT – Pelantikan kepengurusan Suku Wayoli Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk masa bhakti 2021-2026, rencananya dilaksanakan pada 14 Desember 2021 mendatang.

Pelantikan tersebut nantinya disertai dengan temu bersama Natal yang dipusatkan di Desa Tuguaer, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat (Halbar).

“Ini karena seringnya dalam kegiatan-kegiatan kiblatnya berada di Desa Tuguaer, makanya ini juga sudah menjadi tradisi turun-menurun dari para orang tua-tua kami, sehinggan dilaksanakan nanti disana,” kata Ketua terpilih Suku Wayoli Provinsi Malut, Rinto Djalali, saat gelar konferensi pers di Sekretariat Suku Wayoli, Desa Tedeng, Kecamatan Jailolo, Sabtu, 27 November 2021.

Kata Rinto, saat pelantikan pengurus perkumpulan masyarakat adat Suku Wayoli akan mengusung tema Ino Womapolu Lah Sidadi Rimoi, yang artinya mari berkumpul untuk jadikan satu.

Dengan perkembangan zaman, Rinto melihat, perlahan Suku Wayoli mulai tergilas. Sebagaimana dari tata bahasa Wayoli dalam generasi sekarang ini mulai hilang.

“Misalkan generasi dibawah saya itu sudah tidak tahu lagi menggunakan bahasa Wayoli,” ucapnya.

Selain itu, kata Rinto, pada kepengurusan yang baru akan diseragamkan sejumlah ritual-ritual adat yang saat ini sudah banyak yang berbeda. Seperti perkawinan adat yang dilakukan dari desa ke desa sudah hampir tidak sama lagi.

“Karena itu yang namanya Suku Wayoli akan mencoba seragamkan kembali ritual-ritual adatnya, agar dalam wilayah Provinsi Malut saat buat ritual adat tetap satu dan ditambah lagi dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM),” terangnya.

Disisi lain, kepengurusan juga akan diperluas hingga ke Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Pulau Batang Dua. Pasalnya, lanjut dia, di dua daerah tersebut kepengurusan Suku Wayoli sudah terbentuk sejak 2013 lalu. Olehnya itu, dalam Musyawarah Besar (Mubes) nanti akan diputuskan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) di Halsel dan Rapat Kerja (Raker) di Batang Dua. 

“Kami mendengar disana itu telah dibentuk Suku Wayoli sejak tahun 2013 lalu, namun tidak mengetahui program dan kepengurusannya seperti apa. Kami juga berkomitmen akan menindaklanjuti pesan orang tua-tua adat, dan saya pun berkomitmen dengan apapun yang terjadi,” tutupnya.*