TERNATE, KAIDAHMALUT – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) mendorong keterlibatan masyarakat dan mahasiswa di Maluku Utara untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden BEM Unkhair, M. Fatahuddin Hadi, mengatakan partisipasi publik diperlukan untuk memastikan kedua program pemerintah pusat tersebut berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dan mahasiswa dapat memberikan masukan maupun menyampaikan berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan program di lapangan. Dengan begitu, persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah maupun instansi terkait.

“BEM Unkhair akan menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemantauan, edukasi kepada masyarakat, serta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan MBG berjalan sesuai regulasi dan prinsip akuntabilitas,” ujar Fatahuddin, Sabtu 25 Juli 2026.

Ia menilai, Sekolah Rakyat dan MBG merupakan program strategis karena berkaitan langsung dengan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta pemenuhan gizi peserta didik.

Karena itu, BEM Unkhair menegaskan dukungan terhadap program pemerintah harus dibarengi pengawasan yang konstruktif agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh masyarakat di Maluku Utara.

Fatahuddin menambahkan, BEM Unkhair akan mengambil posisi sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, termasuk memastikan pelaksanaan Sekolah Rakyat dan MBG tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

“Sebagai representasi mahasiswa, BEM Universitas Khairun berkomitmen menjadi mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola kebijakan publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)