TERNATE, KAIDAH MALUT – Unit Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi dan edukasi tentang bahaya radikalisme serta kekerasan anak.

Kegiatan dikemas dalam program Densus Goes to School Save Generation, yang dihelat di SMP Katolik Bintang Laut Kota Ternate, sekira pukul 10.30 WIT pada Jumat, 13 Maret 2026.

Densus Goes to School merupakan salah satu program pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme terhadap generasi muda, khususnya anak- anak.

Sebanyak 150 siswa turut hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Romy selaku Humas SMP Katolik Bintang Laut, dan dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Briptu Andi Riski Putra tersebut.

Dalam kesempatan itu, Briptu Andi menyampaikan bahwa kurang lebih 112 anak terpapar radikalisme dan kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

“Di mana mereka semuanya terpapar lewat game online dan media sosial,” ucap Briptu Andi.

Alasan anak-anak menjadi target utama dalam perekrutan oleh kelompok ekstrem, yakni kata Andi, karena anak-anak dalam proses mencari jati diri, emosi masih labil sehingga mudah terbawa suasana, literasi digital rendah dan mudah dipengaruhi media sosial dan game online, serta merasa ingin diakui atau ingin dianggap hebat.

“Olehnya itu, melalui kegiatan ini kami mensosialisasikan sekaligus beri edukasi beberapa cara melindungi diri dari konten radikal, cara sehat bermedia sosial dan imbauan, seta pesan agar pelajar terhindar dari radikalisme dan kekerasan,” pungkasnya.

Srmentara itu, Romy, Humas SMP Katolik Bintang Laut Ternate, menyampaikan terima kasih kepada Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, yang telah memberikan pencerahan sekaligus pembelajaran kepada para siswa dan guru-guru di SMP Katolik Bintang Laut. (*)