TERNATE, KAIDAH MALUT – Sejumlah wartawan yang melaksanakan peliputan pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, mendapat perlakuan tak wajar dari seorang pria yang diduga official tim Malut United.

Kejadian tersebut terjadi setelah salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djaelan yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan, usai laga langsung diintimidasi hingga diminta untuk menghapus sejumlah video.

Tak hanya mengintimidasi untuk menghapus rekaman video yang bertentangan dengan kinerja jurnalis, pria tersebut juga meminta steward untuk mengusir sejumlah wartawan yang ada di lokasi tersebut, meski menggunakan ID Card resmi dari Super League.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriaknya sembari memprovokasi sejumlah suporter.

Tak hanya itu, situasi di sekitar stadion juga sempat memanas usai pertandingan. Oknum manajemen yang sama bahkan terlihat membuntuti wasit hingga ke area ruang ganti. Setibanya di depan ruang ganti, ia beberapa kali menggedor pintu dengan keras. Dari balik pintu, ia melontarkan umpatan dan ancaman kepada wasit yang berada di dalam ruangan.

Kondisi tersebut membuat tim perangkat pertandingan memilih tetap bertahan di dalam ruang ganti untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar. Akibatnya, tim wasit tertahan di dalam stadion selama kurang lebih satu setengah jam setelah pertandingan berakhir.

Wasit baru dapat meninggalkan stadion sekitar pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian bersama steward memastikan area stadion telah steril dari potensi intimidasi, baik dari suporter maupun oknum official tim.

Tak hanya dia, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang menyaksikan peristiwa tersebut juga menyalahkan sejumlah wartawan di lokasi tersebut.

“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” tegas David.

Firjal Usdek, pimpinan media Halmahera Post yang mendapat perlakuan tersebut, juga ikut kecewa atas insiden tersebut.

Menurutnya, keberadaan jurnalis di lokasi tribun saat pertandingan masih sesuai dengan aturan.

“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” ujar Firjal.

Firjal menyatakan intimidasi dari official Malut United yang meminta wartawan untuk menghapus rekaman video sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” ucapnya tegas.

Untuk diketahui, Malut United yang tampil sebagai tim tuan rumah berhasil ditahan imbang oleh tim tamu PSM Makassar dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, Sabtu, 7 Maret 2026. (*)