Jumat, 12 Juli 2024

Pasca Didemo, Wali Kota Ternate Hearing dengan Massa Aksi

Wali Kota Ternate saat hearing dengan massa aksi | Foto : Ongki/Kaidahmalut

TERNATE, KAIDAH MALUT – Pasca didemo, akhirnya Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman bertemu dan melakukan hearing bersama massa aksi yang menolak kenaikan harga BBM, Kamis, 01 September 2022.

Wali Kota didampingi Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit dan pihak PT Pertamina, Gatot Subroto, dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkot Ternate.

Wali Kota mengatakan, hingga saat ini Pemkot Ternate belum tahu apakah Pemerintah Pusat sudah menaikan harga BBM atau belum.

“Tapi kami Pemda dan Forkopimda lainnya sikapi bersama bagaimana kalau sampai terjadi, karena kenaikan BBM juga bukan dilakukan oleh Pemda tetapi kewenangan Pempus,” kata Wali Kota.

Soal tuntutan massa aksi, Wali Kota bilang, pihaknya akan segera disampaikan sesuai kewenangan yang dimiliki. Sementara soal surat edaran dan tindaklanjut di lapangan, Wali Kota akui masih banyak kekurangan.

“Tapi Pemda juga tidak bisa bekerja sendiri, harus ada bantuan juga dari pihak-pihak lain. Dan Alhamdulilah saat ini, dari Polres Ternate sudah melakukan penertiban BBM, serta penangkapan,” terang Wali Kota.

Wali Kota juga meminta mahasiswa, untuk bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kepada masyarakat, untuk tidak melanggar apa yang sudah ditetapkan Pemkot Ternate.

“Tidak mungkin kan kita (pemerintah) bekerja sendiri,” tambahnya. Saya kira ini kalau diedukasi terus, maka semakin banyak yang taat aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sedangkan untuk masalah sampah, Wali Kota juga mengaku kewalahan lantaran pihaknya masih kekurangan armada pengakut sampah.

“Tapi Insha Allah satu dua bulan akan datang kita akan kedatangan armada pengakut sampah ukuran kecil,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Pertamina, Gatot Subroto menambahkan jika saat ini belum ada kenaikan BBM.

“Pertamina posisi saat ini adalah sebagai operator yang menjalankan, tugas dari pemerintah,” kata Gatot.

Ia bilang, Pertamina selalu berkoordinasi dengan Pemkot dan pihak kepolisian, serta ada pembentukan satgas.

“Di luar itu, kami dari Pertamina juga diminta oleh pemerintah untuk melakukan pengendalian, supaya BBM ini tepat sasaran,” tutupnya. (*)