Jumat, 12 Juli 2024

Bertandang ke LPKA Kelas II Ternate, Ini Harapan Wali Kota Kepada DP3A

Wali Kota Ternate bersama Kepala LPKA Kelas II Ternate dan DP3A Ternate | Foto : Ist (Kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate, menggelar kegiatan pelatihan melukis bagi anak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate, Rabu, 22 Juni 2022.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang pada kesempatan tersebut ikut hadir mengatakan, kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen atas percepatan Kota Layak Anak, melalui sistem perlindungan khusus bagi anak.

“Pelatihan melukis ini upaya memberikan pembinaan, motivasi dan pengetahuan kepada generasi yang nantinya setelah dari sini keluar jadi seperti apa,” kata Tauhid.

Menurutnya, LPKA sudah memberikan fasilitas kepada anak.

Kota Ternate dengan jumlah penduduknya saat ini sebanyak 205 ribu jiwa, tentu Ternate menjadi daerah sentral penduduk Maluku Utara.

“Sebab, aktivitas pemerintahan, ekonomi, sosial budaya dan politik itu berada di Ternate. Aktivitas manusia lebih dominan, sehingga banyak persoalan sosial yang timbul termasuk permasalahan hukum dan kriminalitas yang sudah tentu, menjadi perhatian kita sebagai pemerintah daerah,” ujarnya.

Olehnya itu, Tauhid meminta setiap anggaran di Dinas P3A agar lebih memperhatikan juga lembaga pembinaan khusus anak, sebab, lanjut Tauhid, Ternate sekarang lagi trend kasus isap lem Eha-Bond, sehingga seringkali anak-anak ini menjadi korban, bukan penyebab karena persoalan keluarga, ekonomi dan lingkungan sekitarnya.

“Karena itu, kita juga punya beberapa langkah, dan sudah disampaikan ke Dinas P3A dan LPKA, bahwa di Ternate dibutuhkan dua hal. Pertama minimal ada rehabilitasi untuk anak dan kedua rehabilitasi untuk narkoba. Fasilitas ini lebih penting, bahkan rehabilitasi untuk narkoba saja Provinsi Maluku Utara tidak miliki,” tuturnya.

Tauhid berharap, Kota Ternate menjadi pusat tempat rehabilitasi. Namun, sekarang rehabilitasi khusus untuk anak dipakai tempat SKB, sehingga ada keterlibatan semua pihak agar di dorong supaya anak ini bisa kembali ke keluarga dengan aman.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate, Marjorie S. Amal menuturkan, program ini sejak tahun lalu sudah di usulkan justru itu lebih di perhatikan.

“Ketika ada hari anak, semua anak harus bahagia sehingga kami mengambil inisiatif untuk bagaimana mengisi waktu luang, dan memberikan pelatihan melukis selama dua hari,” ujarnya.

Ia juga berharap, hal ini bukan hanya mengisi waktu luang di Lapas, tetapi juga kepada pembekalan supaya pada saat kembali ke lingkungan keluarga mereka sudah siap, paling tidak menggali potensi diri, inisiatif, kreativitas dan motivasi mereka.

“Sedangkan untuk tempat rehabilitasi, tentunya, anak-anak yang korban ngelem dan narkoba nanti difungsikan di SKB, karena semua pelayanan sistemnya terpadu pada saat direhabilitasi,” pungkasnya.*