Jumat, 12 Juli 2024

6 Pelajar dan 2 Pemuda Terjaring Razia Satpol PP Kota Ternate

Siswa SMP dan SMA terjaring razia Satpol PP Ternate saat bolos sekolah | Foto : Istimewa (Kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Sebanyak enam pelajar tingkat SMP dan SMA serta dua pemuda terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis, 02 Juni 2022.

Keenam siswa yang bersekolah di Ternate ini, diamankan petugas Satpol PP saat melakukan patroli rutin. Mereka bolos disaat jam belajar dan ditemukan sedang asik bermain game. Selain keenam siswa tersebut, Satpol PP juga mengamankan dua pemuda yang sedang mengisap lem Eha-Bond.

Kepala Satpol PP dan Linmas Kota Ternate, Fhandi Mahmud mengatakan, patroli dilakukan dengan sasaran razia di bagian Ternate Tengah.

Tujuannya kata Fhandi, yakni merespon sejumlah laporan masyarakat tentang anak–anak sekolah yang berkumpul main game, menghisap lem, serta melakukan penertiban kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan masyarakat yang secara sengaja berjualan di atas trotoar, badan jalan. Tak hanya itu, petugas juga menertibkan oknum penagih parkir liar yang berada di areal pusat perbelanjaan.

“Jadi ini juga sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi, tentang Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang ketertiban umum,” kata Fhandi.

Keenam pelajar dan dua pemuda tersebut, diamankan petugas dari titik-titik yang berbeda.

Berikut Lokasi Razia yang Dilakukan Satpol PP Kota Ternate :

Di Kelurahan Kalumpang, Lingkungan Tanah Masjid, petugas berhasil menjaring tiga siswa. Ketiganya berinisial MS, SR dan MR dan bersekolah di SMP Negeri 1 Kota Ternate.

Selain di Kelurahan Kalumpang, petugas juga mengamankan tiga siswa SMA Negeri 10 Kota Ternate, di Kelurahan Marikrubu dengan inisial YA, ASS dan RT.

Sementara dua pemuda yang tertangkap sedang mengisap lem, diamankan petugas di lokasi lantai III Pasar Percontohan Higenis Ternate. Keduanya diketahui berasal dari Bacan dan Morotai.

“Dua remaja mabuk lem adalah, FS asal Bacan, alamat Kelurahan BTN dan AM asal Morotai, alamat domisili Kelurahan Gamalama,” ungkap Fhandi.

Kedua pemuda tersebut, langsung digiring ke Kantor BNN Provinsi Maluku Utara, guna dilakukan pembinaan lebih lanjut.*