TERNATE, KAIDAH MALUT – Sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, mengalami keterlambatan hingga pengalihan pendaratan, mulai Senin, 12 Oktober 2026.
Gangguan ini dipicu asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, yang menyelimuti kawasan sekitar bandara.
Kepala Bandara Sultan Baabullah Ternate, Sigit Budiarto, mengatakan seluruh maskapai untuk sementara mengalami keterlambatan. Bahkan, sejumlah pesawat terpaksa terbang menuju bandara lain karena tidak dapat mendarat pada Senin pagi.
“Untuk sementara seluruh maskapai delay. Sementara ada yang terbang ke bandara lain karena tidak bisa landing pagi,” ujar Sigit saat diwawancarai siang tadi.
Sejumlah maskapai yang terdampak meliputi Lion Air Group, yakni Lion Air, Batik Air, dan Wings Air, serta Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.
Sigit mengatakan, pihak bandara masih memantau perkembangan kondisi cuaca dan sebaran asap untuk memastikan keamanan operasional penerbangan. Namun, ia belum dapat memastikan kapan jadwal penerbangan kembali normal. “Kalau sudah cuaca membaik, tentunya mungkin normal kembali,” katanya.
Meski aktivitas penerbangan terganggu, Sigit menegaskan Bandara Sultan Baabullah tetap beroperasi dan tidak ditutup. Penumpang yang terdampak keterlambatan juga difasilitasi untuk menunggu di terminal bandara.
Sementara itu, penanganan kompensasi bagi penumpang yang mengalami keterlambatan, sambung dia, menjadi kewenangan masing-masing maskapai.
Gangguan penerbangan ini terjadi saat kebakaran TPA Buku Deru-Deru telah memasuki hari ke-10. Asap dari lokasi kebakaran sebelumnya terpantau menyelimuti sejumlah wilayah di Ternate Barat hingga kawasan bandara.
Kondisi tersebut membuat sebaran asap menjadi persoalan serius, bukan hanya bagi warga yang terdampak, tetapi juga bagi kelancaran transportasi udara di Kota Ternate. Hingga kini, normalisasi penerbangan masih bergantung pada membaiknya kondisi cuaca dan berkurangnya gangguan asap. (*)

Tinggalkan Balasan