Sabtu, 18 Mei 2024

Kampung Ramadan di Pulau Hiri, Ajang Kekerabatan Sosial

Kampung Ramadan II di Pulau Hiri, Ternate (Ist/Kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Masyarakat Tomajiko, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara menyambut bulan suci ramadan 1445 Hijriah dengan berbagai kegiatan. Salah satunya menggelar Kampung Ramadan II.

Kegiatan ini mengusung tema “Eli Ma Bati Kaha, Sonyinga Hado Luhadi” yang juga didukung penuh dari tokoh agama, tokoh adat, pemerintah kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Tomajiko.

Ketua Pemuda Kelurahan Tomajiko, Suryadi Saleh, mengatakan kegiatan Kampung Ramadan II ini menjadi salah satu ajang kekerabatan sosial demi mempererat tali persaudaraan serta memperkenalkan potensi wisata, sejarah, budaya, agama maupun ekonomi yang ada di Tomajiko.

“Mengingat adanya singkong, pisang dan sukun (amo) yang bisa diolah menjadi berbagai kuliner bernilai lokal, serta Pangaji Baba Lifa yang baru saja diresmikan sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi anak-anak di Tomajiko,” ujar Suryadi, Sabtu, 16 Maret 2024.

“Oleh karena itu, perlu kiranya kita seriusi dalam mengelola serta mempromosikan sumber daya yang ada di kampung melalui agenda Kampung Ramadan II ini. Peran pemuda menjadi pendorong utama dari semua kegiatan ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Aminin Tomajiko, Wawan Ilyas, menambahkan kegiatan pembukaan Kampung Ramadan II ini sekaligus deklarasi tokoh Abdul Basir  sebagai pahlawan perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan Kampung Ramadan II merupakan kerja sama pemuda dan BKM Nurul Aminin. Tujuannya kita mengajak generasi muda serta masyarakat untuk berusaha mandiri dengan potensi yang ada. Kita butuh meninggalkan sudut pandang yang semata-mata bergantung pada pemerintah,” kata Wawan.

Dalam sejarah kemerdekaan, sambung dia, orang Hiri punya peran penting dan sangat menentukan ketika ditelusuri jejak sekutu dalam melawan Jepang di Maluku Utara. Melalui perang Abdul Basir dan kawan-kawannya waktu itu ikut merancang strategi, mengelabui pasukan Jepang, dan berhasil mengantarkan Sultan Iskandar Muhammad Djabir Sjah dari Ternate, Hiri, Morotai hingga ke Australia.