TERNATE, KAIDAHMALUT — Ketua Gerakan Mahasiswa Marhaenis (GPM) Maluku Utara, Sartono Halek, menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan koperasi Merah Putih di Maluku Utara.
Ia mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh fungsi dan manfaat koperasi. Karena itu, peningkatan literasi dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat peran koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan.
“Pemuda harus ambil bagian, bukan hanya sebagai anggota, tapi juga sebagai penggerak di lapangan,” kata Sartono, Jumat 24 April 2026.
Menurutnya, koperasi Merah Putih memiliki peluang besar untuk berkembang di tingkat desa dan kelurahan. Namun, peluang tersebut kerap terkendala oleh lemahnya manajemen organisasi dan kurangnya kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan koperasi.
GPM Maluku Utara juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem tata kelola agar koperasi dapat berjalan lebih profesional dan akuntabel. Tanpa perbaikan di aspek tersebut, koperasi dinilai sulit berkembang secara maksimal.
Selain itu, Sartono menekankan perlunya pendampingan yang konsisten dari pihak terkait, disertai pengawasan yang terukur. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan koperasi tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Ia optimistis, jika didukung oleh seluruh elemen masyarakat, koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ekonomi lokal.
GPM Maluku Utara, lanjutnya, akan terus berperan aktif dalam mendorong penguatan kapasitas koperasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)

Tinggalkan Balasan