JAKARTA, KAIDAH MALUT – Langkah Anjas Taher untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) kian mantap. Meski hingga kini DPP Partai Golkar belum menetapkan jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), tapi Wakil Bupati Halmahera Timur ini menegaskan kesiapan penuh untuk maju.
“Jadwal Musda Maluku Utara tinggal menunggu SK penetapan dari DPP. Tapi pada prinsipnya, Insya Allah saya siap lahir dan batin untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Maluku Utara,” tegas Anjas Taher saat ditemui di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun malut.kaidah.ID, hampir seluruh DPD I Golkar di Wilayah Timur telah merampungkan Musda. Tersisa tiga provinsi yang belum melaksanakannya, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.
Sulawesi Selatan dijadwalkan akan menggelar Musda pada pekan Januari 2026, sementara Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih menunggu penetapan resmi dari DPP.
Situasi ini menempatkan Maluku Utara dalam fase krusial konsolidasi internal, terlebih menjelang agenda-agenda politik nasional dan daerah ke depan. Musda Golkar Malut diproyeksikan bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penataan ulang kekuatan partai di wilayah kepulauan tersebut.
Konsolidasi Senyap dan Dukungan Daerah
Sejumlah sumber internal Golkar di Maluku Utara mengaku, bahwa Anjas Taher telah lama melakukan konsolidasi dengan pemilik suara Musda, terutama DPD II kabupaten/kota dan organisasi sayap partai. Pendekatan yang dilakukan dinilai lebih bersifat persuasif dan berbasis rekam jejak, bukan manuver terbuka yang menimbulkan kegaduhan internal.
Anjas dikenal sebagai figur yang relatif diterima lintas faksi di tubuh Golkar Malut. Selain memiliki jejaring kuat di daerah, ia juga dinilai cukup komunikatif dengan pengurus pusat, sebuah faktor penting mengingat keputusan akhir Musda tetap berada dalam koridor kebijakan DPP.
MENUNGGU ARAH DPP PARTAI GOLKAR
Penetapan jadwal Musda sepenuhnya berada di tangan DPP Partai Golkar yang saat ini dipimpin Bahlil Lahadalia. DPP disebut tengah menuntaskan evaluasi menyeluruh terhadap sisa daerah yang belum Musda, dengan mempertimbangkan stabilitas organisasi dan kesiapan teknis.
Bagi Anjas Taher, kepastian jadwal hanya soal waktu. Yang terpenting, kata dia, adalah kesiapan membangun Golkar Maluku Utara sebagai partai yang solid, modern, dan mampu menjawab tantangan elektoral ke depan.
“Musda bukan tujuan akhir. Tujuan besarnya adalah membesarkan Partai Golkar di Maluku Utara dan memastikan partai ini tetap menjadi kekuatan utama rakyat,” tegasnya.
Mantan Pengurus PB HMI ini bertekad mengembalikan kejayaan Golkar di Maluku Utara. Menjadi pemenang Pemilu dan menguasai kursi di DPRD.
“Mari Bung rebut Kembali,” tandasnya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan