TERNATE, KAIDAH MALUT – Calon Raja Siri Sori, Maluku Tengah, yakni Syarifuddin Pattisahusiwa melakukan safari sekaligus silaturahmi dengan Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) yang ada di Kota Ternate, Maluku Utara. Pertemuan berlangsung di kediaman ketua IKASSI di Kelurahan Toboleu, Ternate Utara, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Kesempatan itu, dimanfaatkan calon Raja Siri Sori untuk meminta pendapat serta pandangan dari IKASSI sebagai pegangannya guna melanjutkan perjuangan para leluhur di Tanah Siri Sori.

“Terima Kasih untuk basudara Siri Sori Islam yang ada di Kota Ternate Maluku Utara, telah menyambut dan terima saya bersilaturahmi dengan basudara samau di sini. Saya berharap pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi antarkluarga besar Sirisori yang ada di mana pun, termasuk di Kota Ternate. Safari dan silaturahmi ini merupakan upaya saya, dalam rangka meminta pendapat dan pandangan untuk menjadi pegangan saya, untuk membawa dan melanjutkan perjuangan para leluhur-leluhur di Tanah Siri Sori,” ungkap Syarifuddin.

Sementara itu, ketua IKASSI Maluku Utara, Febrianto Patty menyambut baik kedatangan calon Raja Siri Sori tersebut. Mewakili keluarga besar Siri Sori di Ternate, tentu ini adalah suatu kebanggan dan syukur bagi mereka.

“Kami menyampaikan rasa syukur atas kedatangan calon Raja Upu Aiyao atau calon Raja untuk bersilaturahmi dengan kami di Kota Ternate, Maluku Utara ini. Atas nama keluarga besar IKASSI, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada calon Upu Aiyao/Raja atas kesediaan dan kehadirannya di tengah-tengah kami. Kehadiran Upu Aiyao merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi saya selaku tuan rumah, dan semoga membawa keberkahan bagi pertemuan ini,” ujarnya.

Baginya, pertemuan tersebut memiliki makna yang mendalam dan nilai sejarah. “Kita mengenang dan memaknai kembali pemilihan Raja secara adat Siri Sori Islam, sebuah warisan leluhur yang sarat dengan nilai kebijaksanaan, musyawarah, adab, dan keislaman. Adat ini bukan sekadar tradisi, tetapi jati diri yang menjaga keseimbangan antara adat dan sariat antara kepemimpinan dan amanah yang telah diwariskan secara turun-temurun,” imbuhnya.

Melalui momen silaturahmi ini, Febrianto berharapa nilai-nilai luhur adat Siri Sori Islam tetap terjaga, dipahami oleh generasi penerus, dan terus hidup sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan beradat.

“Basudara samua, pertemuanhari ini juga menjadi momen yang istimewa karena kita telah memasuki bulan 1 Syaban 1447 H, bulan yang mulia, bulan persiapan menuju Ramadan. Insya Allah, ini adalah hari yang baik, hari yang penuh keberkahan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat silaturahmi, dan memperteguh niat kita dalam menjaga adat, iman, dan kebersamaan,” tutupnya. (*)