TIDORE, KAIDAH MALUT – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menerima kunjungan Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, Kamis, 3 April 2025.
Kedatangan orang nomor satu di Polda Maluku Utara itu, dalam rangka pengecekan pos terpadu dan pos pelayanan mudik lebaran 1446 Hijriah di Tidore Kepulauan.
Waris menyampaikan bahwa kunjungannya ke Tidore Kepulauam bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik, serta kesiapan pos-pos pelayanan dan keamanan di dua pelabuhan utama, yakni pelabuhan Rum dan pelabuhan Goto Sarimalaha.
“Hari ini kami berkunjung ke Pulau Tidore untuk melakukan pengecekan terhadap pos terpadu dan pos pelayanan di pelabuhan Rum dan pelabuhan Goto Sarimalaha. Arus mudik cukup ramai, baik dari Ternate ke Tidore maupun sebaliknya, namun tetap berjalan lancar dan terkendali,” kata Waris.
“Kami juga berharap para pemudik, pengguna transportasi laut, serta para juragan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Kapolda.
Waris juga mengimbau para nahkoda speedboat dan motor kayu untuk selalu memperhatikan jumlah penumpang, agar tidak melebihi kapasitas.
“Keselamatan adalah prioritas utama, oleh karena itu, kami mengingatkan agar alat-alat keselamatan seperti alat pelapung dan alat penyelamatan disiapkan dengan baik di setiap kapal dan speed boat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman menambahkan, pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan standar keselamatan transportasi penyeberangan.
“Alhamdulillah, kelancaran arus mudik di Kota Tidore Kepulauan dapat dipantau dengan baik, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, keselamatan dalam transportasi laut menjadi perhatian utama. Kami juga akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap kebersihan, terutama dalam mengelola sampah di sekitar pelabuhan,” tambahnya.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam pertemuan ini adalah, perlunya rancangan transportasi penyeberangan yang memenuhi standar keselamatan.
“Pak Kapolda meminta kami untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar angkutan penyeberangan ke depan bisa dirancang lebih aman, misalnya setiap speedboat harus memiliki jendela darurat yang bisa digunakan dalam situasi darurat,” pungkas Ahmad Laiman. (*)