TERNATE, KAIDAH TERNATE – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate berhasil melampaui target pendapatan daerah di triwulan pertama tahun 2026.

Capaian yang diraih BP2RD sebesar 20 persen lebih dari target 15 persen. Keberhasilan itu disampaikan oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman saat hadir buka puasa bersama jajaran BP2RD, wakil wali kota Nasri Abubakar dan sekda Rizal Marsaoly, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Wali kota Tauhid mengapresiasi kinerja Kepala BP2RD Mochtar Hasim beserta jajarannya, karena mampu melampaui target di awal tahun.

“BP2RD sebagai leading sektor pengelolaan pendapatan daerah sudah melampaui angka 20 persen, sementara target triwulan pertama hanya 15 persen,” kata Tauhid.

Dari total target pajak daerah sekitar Rp1,2 miliar, Tauhid memaparkan bahwa, realisasi yang berhasil dikumpulkan hingga triwulan pertama sudah mencapai lebih dari Rp18 miliar.

Capaian tersebut, sambung dia, cukup penting di tengah kondisi APBD Kota Ternate yang mengalami pengurangan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp159 miliar. Meski demikian, Pemkot Ternate masih berupaya menjaga stabilitas fiskal daerah.

“Pada saat pengesahan APBD, Kota Ternate mengalami pengurangan TKD Rp159 miliar, sementara total APBD tahun 2026 sekitar Rp900 miliar lebih,” ujarnya.

Meskipun terjadi pengurangan TKD, kata dia, pemerintah daerah masih mampu membayar tambahan penghasilan pegawai (TPP). Ia menyebut perputaran ekonomi di Kota Ternate juga, banyak disumbangkan oleh belanja aparatur sipil negara (ASN).

“Belanja ASN ini ikut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi,” ucapnya.

Pada tahun 2025 pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ternate tercatat mencapai Rp132 miliar, dengan kontribusi pajak sekitar Rp100 miliar. Olehnya itu, Tauhid berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan di tahun 2026, melalui kinerja maksimal dari seluruh jajaran BP2RD.

“Tidak ada alasan bagi kita karena pengurangan TKD lalu tidak bisa berbuat apa-apa. Pendapatan ini harus terus digenjot, baik dari pajak maupun retribusi,” tegasnya.

Tauhid juga menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah daerah tidak akan melakukan pembangunan berskala besar karena adanya penyesuaian anggaran untuk pembiayaan infrastruktur lainnya.

Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola PAD dapat terus meningkatkan kinerja dalam mendorong pendapatan daerah.

“Saya menaruh harapan besar kepada seluruh OPD pengelola PAD untuk terus meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (*)