Sabtu, 5 April 2025

Sultan Tidore Bersama MPH Sinode GPM Menanam Pala di Sofifi

Sultan Tidore menanam pala di Dusun Durian, Sofifi, Tidore Kepulauan (Ist/Kaidahmalut)

Sebagai Sultan, ia pun berharap langkah GPM ini didukung pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Provinsi Maluku Utara, termasuk penyediaan jalan akses masuk ke lokasi tersebut.

Pala Sebagai Pohon Perdamaian

Sebagai pulau penghasil cengkih dan pala, Maluku Utara adalah pulau rempah yang kaya. Pada kesempatan itu Sultan menyebut bahwa pala adalah pohon perdamaian dan simbol persaudaraan.

Ia meminta agar dengan menanam pala di sini, GPM terus memainkan peran untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan di Maluku Utara, sebab selama ini GPM sudah berbuat banyak hal untuk itu.

“Semoga dengan GPM hadir lagi di Kepulauan Tidore, maka suasana kehidupan yang terbina sejak dahulu itu akan semakin diperkokoh. Warga Soa Tobaru dan beberapa kelompok suku lain di Kesultanan Tidore, itu dahulu adalah warga GPM”, tegasnya.

Merespons refleksi Sultan itu, Maspaitella menegaskan bahwa sebagai Gereja Orang Basudara, GPM menjadikan perdamaian dan persaudaraan sebagai sumber kekuatan membangun masyarakat yang berkualitas, termasuk kualitas berteologi dalam konteks masyarakat majemuk di Maluku dan Maluku Utara, serta Indonesia dan dunia. (*)