14 Fakta Operasi Penyelamatan KM Simba 1 yang Patah Kemudi Saat Menuju Ternate

  • Bagikan
Kondisi KM Simba 1 saat ini | Foto: Istimewa/Malut Kaidah

SANANA, MALUT KAIDAH – Kapal penumpang KM Simba 1 dengan rute Sanana – Ternate, Maluku Utara, mengalami patah kemudian saat dalam pelayaran pada Rabu, 8 September 2021. Kapal itu akhirnya terombang-ambing di sekitar Pulau Lifmatola. Sebanyak 293 PBO (Pilot on Board) berhasil diselamatkan.

Bagaimana fakta-fakta peristiwa itu. malut.kaidah.id berhasil menghimpunnya sebagai berikut:

  1. KM Simba 1 berangkat dari Pelabuhan Sanana menuju Ternate pada 8 September 2021 pagi.
  2. Sampai di sekitar Pulau Lifmatola, Sula, KM Simba 1 mengalami patah kemudi dan kapal terombang-ambing di laut.
  3. Kapten kapal mengabarkan kepada pihak otoritas pelabuhan mengenai patah kemudi itu dan butuh pertolongan segera
  4. Posisi KM Simba 1 saat peristiwa itu berada di koordinat dengan jarak 64,63 NM radian 49,7 °
  5. Basarnas Ternate menerima informasi awal, jumlah penumpang KM Simba 1 berjumlah 100 orang
  6. Setelah didata kembali, ternyata jumlah penumpang dan kru kapal sebanyak 293 orang
  7. Operasi penyelamatan terhadap POB KM Simba 1 dilakukan pertama kali oleh KM Barcelona pada 8 September 2021 jam 13.30 WIT, hanya saja upaya itu gagal karena gelombang tinggi mencapai dua meter dan angin yang sangat kencang.
  8. Evakuasi tetap dilaksanakan dengan menggunakan perahu karet hingga pukul 19.30 WIT dan berhasil mengevakuasi sebanyak 180 orang penumpang.
  9. Sekira pukul 02.05 WIT dinihari, KM Barcelona tiba di Pelabuhan Sanana dengan membawa para penumpang yang berhasil dievakuasi
  10. Penumpang dan kru kapal yang masih tersisa di KM Simba 1 sebanyak 113 orang terdiri dari 100 penumpang (77 Laki-laki, 23 perempuan) dan 13 ABK.
  11. Pada 9 September 2021 sekira jam 09.30 WIT, proses evakuasi kembali dilakukan oleh KM Permata Obi terhadap sisa penumpang KM Simba 1.
  12. Pada saat yang sama, Basarnas menerima informasi dari Capt KRI Albakora 867, kalau mereka sedang dalam pelayaran menuju lokasi untuk bergabung dengan Tim SAR melakukan penyelamatan.
  13. Plt. Kalak BPBD Kepulauan Sula, Buhari Buamona melaporkan, enam penumpang dalam kondisi lemas dan harus dirawat di rumah setempat.
  14. Setelah dirawat, empat orang diizinkan pulang dan tersisa dua orang yang masih dirawat. *
  • Bagikan