Minggu, 14 Juli 2024
Tikep  

5 Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Resmi Dilaunching

Launching proyek perubahan pelatihan kepemimpinan nasional di Tidore (Istimewa/Kaidahmalut)

TIKEP, KAIDAH MALUT – Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo resmi melaunching, Lima Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan I Tahun 2023 LAN RI.

Kegiatan berlangsung di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota, Kamis, 08 Juni 2023.

Proyek perubahan tersebut diantaranya SIPATAKA (Strategi Pembinaan Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Pemerintah Kota Tidore Kepulauan) oleh Reformer Abdul Muis A. Husein Kepala Dinas PUPR Kota Tidore Kepulauan.

STOPER (Strategi Optimalisasi Kinerja Sekretariat DPRD Kota Tidore Kepulauan) oleh Reformer Abdurrahim Ahmad Sekretaris DPRD Kota Tidore Kepulauan.

SNIPER ASN (Strategi Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN Kota Tidore Kepulauan melalui Pengembangan Kompetensi) oleh Reformer Rusdi Thamrin Kaban BKPSDM Kota Tidore Kepulauan.

PAS KOPI DABE (Strategi Optimalisasi Peran Bank Sampah dalam Meningkatkan Produktivitas dan Pengelolaan Sampah di Daerah, serta Berkelanjutan) oleh Reformer Muhammad Syarif Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore.

SI AGEN STUNTING (Strategi Percepatan Penurunan Stunting dengan Pendekatan Peran Kewirausahaan UMKM & Digitalisasi, dalam mengangkat produk pangan lokal bernilai gizi tinggi) oleh Reformer Abdul Majid Do M. Nur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan.

Ismail mengatakan terkait dengan pelatihan penjenjangan, di tahun 2023 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menganggarkan dana kurang lebih Rp2 miliar. Ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap karir ASN.

“Saya berharap, proyek perubahan ini bisa membawa dampak positif terhadap daerah, baik pada tingkat penjenjangan PIM III maupun PIM II ini. Saya harapkan agar proyek perubahan ini, bisa dijadikan inovasi,” kata Ismail.

Menurutnya, ini merupakan komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota terkait dengan peningkatan sumber daya manusia, kaitannya dengan pengembanagan kompetensi.

Ismail juga menyampaikan apresiasi kepada para reformer atas proyek perubahan ini.

Ia juga berharap kepada pimpinan-pimpinan OPD yang belum mengikuti Diklat Penjejangan, agar dapat menganggarkannya.

Supaya, lanjut dia, bisa mengikuti Diklat Penjenjangan PIM II di LAN Makassar pada tahun mendatang.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para reformer, agar proyek perubahan ini bisa dijadikan sebagai inovasi yang dapat mendukung nilai inovasi Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

“Itu adalah harapan saya, dan semoga pada penilaian inovasi di tahun 2023. Kota Tidore Kepulauan menempati peringkat ke satu, itu komitmen kita semua,” pungkas Ismail. (*)