Sabtu, 18 Mei 2024
Tikep  

Komisi II DPRD Tidore Kunker ke KSOP Ternate Bahas Kesiapan Speed Boat

Kunker Komisi II DPRD Tidore ke KSOP Kelas II Ternate, Jumat (5/1) (Ist/Kaidahmalut)

TIDORE, KAIDAH MALUT – Komisi II DPRD Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kesyahbandaraan Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate. Kunker dilakukan pada Jumat, 05 Januari 2024.

Kunker terkait pelayanan pelayaran dan peningkatan keamanan speed boat rute, yang beroperasi di wilayah dari/dan ke Tidore.

Koordinator Komisi II Mochtar Djumati kepada Kaidah Malut menjelaskan, kedatangan Komisi II ke KSOP juga merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kesiapan armada pelayaran.

Untuk Tidore ada beberapa rute yang aktif melakukan aktivitas pelayaran, di antaranya Sarimalaha-Sofifi, Sarimalaha-Loleo, Sarimalaha-Somaode, Guraping-Ternate, Sofifi-Ternate dan Bastiong-Rum.

“Jadi kami membicarakan soal kesiapan armada laut, khususnya speed boat. Jadi harus ada pengawasan, karena sering terjadi juga di tengah laut speed boat mengalami kebocoran dan mati mesin. Itu yang kami khawatirkan,” jelas Mochtar, Sabtu, 06 Januari 2024.

“Jadi armada yang beroperasi harus yang memadai, demi keselamatan penumpang,” sambungnya.

Selain itu, armada juga perlu melengkapi alat keselamatan. Seperti pelampung dan life jacket. Sebab, lanjut Mochtar, alat tersebut, mengantisipasi adanya kecelakaan saat berlayar.

“Karena kami lihat dan saya juga alami sendiri ada speed boat yang lalai dengan kesiapan armada. Pelampung dan life jacket juga, kadang mereka ABK) hanya pajang. Padahal itu harus dipakai oleh penumpang dan juga motoris serta ABK,” terangnya.

Saat ini, jumlah speed boat rute Rum-Bastiong sebanyak 103 unit yang dibagi dua shift. Sedangkan motor kayu sebanyak 12 unit, dan dibagi dua shift.

Meski begitu, ia menegaskan, jika motor kayu dilarang mengangkut kendaraan (motor). Hanya saja, ada pertimbangan kearifan lokal, sehingga hal tersebut diizinkan dengan mengutamakan keselamatan.

Politisi Partai NasDem ini bilang, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, soal penataan pelabuhan di Bastiong. Pasalnya, ketika speed boat atau motor kayu beroperasi, kerap bersamaan dengan aktivitas bongkat muat kapal dari Bacan.

“Sehingga aktivitas penumpang speed boat dan motor kayu juga, tidak terganggu,” pungkasnya. (*)