Jumat, 24 Mei 2024

Warga Jambula Ancam Boikot Pertamina Jika Kekeh Mengoperasikan Pertashop

Pertashop di RT 08/RW 04 Kelurahan Jambula | Foto : Arsaly/Kaidahmalut

TERNATE, KAIDAH MALUT – Warga RT 08/RW 04 Kelurahan Jambula yang tergabung dalam Aliansi Mama-mama Menolak Lupa menyatakan, akan memboikot PT Pertamina Ternate, lantaran masih kekeh mengoperasikan pertashop di Kelurahan setempat.

Puluhan warga ini merasa keberatan dengan keberadaan pertashop, di sekitar pemukiman warga tersebut.

Koordinator Aliansi Mama-mama Menolak Lupa, Arsaly Ojat kepada malut.kaidah.id mengaku, sejak siang tadi ia bersama warga lainnya, melihat ada aktivitas pembersihan di lokasi pertashop.

Bahkan, warga juga telah memperoleh bocoran informasi, jika Pertamina akan mulai mengoperasikan pertashop pada pekan depan.

“Kami warga sekitar pertashop, siang ini melihat terjadi pembersihan di lingkungan pertashop. Informasi yang kami dapat, bahwa PT Pertamina pada senin depan akan melakukan penyaluran BBM ke pertashop,” ungkap Arsaly, Selasa, 12 Juli 2022.

Ia bersama warga setempat juga berencana akan menggelar aksi di Pertamina. Bahkan, ia mengancam jika pertashop tetap beroperasi, maka ia dan warga setempat akan melakukan pemboikotan pada PT Pertamina.

“Kami warga sekitar akan melakukan konsolidasi kembali dan aksi pemboikotan PT Pertamina, apabila melakukan penyaluran BBM ke pertashop,” tegasnya.

Menurutnya, hingga saat ini warga sekitar pembangunan pertashop, tetap menolak kehadiran pertashop di areal pemukiman warga.

“Sampai saat ini kami masih menolak pertashop berada di lingkungan kami. Dan apabila PT Pertamina dan Pemerintah Kota Ternate, masih memaksakan pertashop untuk beroperasi, maka kami akan tempuh secara hukum, terkait dengan izin-izin pertashop yang terbit secara cacat hukum,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta komitmen PT Pertamina atas masalah ini.

“Sebagaimana yang telah kami minta, agar PT Pertamina harus profesional dan komitmen dengan keputusan beberapa bulan lalu yang telah, memblacklist perusahan dari Bapak Fahmi. Karna terkait dengan dugaan temuan tindak pidana korupsi pengadaan barang di PT Pertamina,” tukasnya.*