Minggu, 14 Juli 2024

Hujan dan Angin Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Moti

Kondisi salah satu rumah warga pasca diterpa angin puting beliung | Foto : cim/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Hujan deras disertai angin puting beliung telah menghantam sejumlah rumah warga yang ada di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti, Kota Ternate.

Peristiwa terjadi Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 16.30 WIT. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak empat unit rumah warga rusak lantaran dihantam angin puting beliung.

Keempat rumah warga yang rusak merupakan milik dari Galam Bakar, Hi. Yusri Hi Murid, Ludhar Munir dan Hadia Hi. Musa, namun laporan terbaru masuk ada satu lagi rumah yang rusak milik Hi. Hamajen Hi. Safi, sehingga total rumah warga yang rusak sebanyak lima rumah.

Camat Moti, Fachrudin Ginting saat dikonfirmasi mengatakan, hujan yang disertai angin puting beliung pada Senin sore itu, mengakibatkan empat unit rumah warga di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti terdampak.

“Angin puting beliung tadi sebanyak empat rumah terkena dampak, dimana atap rumah warga rusak,” katanya.

Ia mengaku, kejadian terjadi pada sore hari dan laporan yang di terima dari Lurah Tafaga sebanyak empat rumah yang rusak.

“Itu informasi sementara yang dilaporkan Lurah, saya juga sudah perintahkan untuk mengidentifikasi lagi,” ungkapnya.

Menurut mantan Sekretaris Dishub ini, dari laporan yang di terima dari Lurah itu diteruskan ke BPBD untuk dilakukan penanggulangan. Meski, ada kerusakan atap rumah, namun Fahrudin mengaku tidak ada korban jiwa.

“Laporan sementara baru kelurahan Tafaga, saya juga sementara meminta ke Lurah yang lain untuk lakukan identifikasi ke masing-masing kelurahan untuk di laporkan, kalau yang di Tafaga itu kerusakan bagian atap rumah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Ternate M. Arief Gani mengatakan, dampak dari angin puting beliung di Kecamatan Moti Kota Ternate itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat wilayah yang ada di kecamatan, guna melakukan penanggulangan bencana dan pendataan kerusakan dampak.

“Ada kerusakan empat rumah warga yang baru dilaporkan, dan terakhir dilaporkan bertambah satu unit rumah, sehingga lima rumah rusak, namun karena awalnya tadi dilaporkan hanya 4 maka kami melaporkan ke Pak Wali Kota ada empat rumah,” katanya.

Arif bilang, dari koordinasi dengan perangkat wilayah di Pulau Moti tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut. Bahkan, pihaknya hari ini Selasa, 4 Januari 2022 akan segera berangkat ke Moti untuk mengidentifikasi langsung ke lapangan.

“Jadi laporan itu kita tindaklanjuti hari ini ke lokasi langsung,” ungkapnya.

Arif juga mengimbau warga untuk berikhtiar, karena kondisi cuaca berdasarkan prakiraan BMKG akan terjadi hingga bulan Februari 2022. Olehnya itu, warga tetap siaga, sebab ini adalah akibat dampak dari La Nina di Pasifik yang bergerak ke Pasifik Utara.*