Kamis, 13 Juni 2024

Wawali Kota Ternate Resmikan Rumah Layak Huni di Kelurahan Makassar Timur

Wawali Ternate, Jasri Usman saat didampingi Kadis Perkim untuk mengecek rumah layak huni di Makassar Timur | Foto : tim/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Wakil Wali (Wawali) Kota Ternate, Jasri Usman, meresmikan Rumah Layak Huni DAK Integrasi dan Pencanangan Revitalisasi Kawasan di Kelurahan Makassar Timur, Kamis, 23 Desember 2021 kemarin.

Wawali mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong penanganan kawasan kumuh di perkotaan, yang secara simultan dan berkelanjutan dalam lingkup kawasan pemukiman dan hunian kota.

Menurutnya, dalam ruang lingkup penanganan kumuh skala kawasan, Pemerintah Kota Ternate melakukan berbagai upaya dalam lingkup permukiman yang merupakan bagian dari perencanaan.

Ada tujuh indikator tentang penanganan kumuh perkotaan yang menjadi tolak ukur, katanya, yakni keteraturan bangunan, ketersediaan akses jalan, akses terhadap ketersediaan air minum, jaringan drainase, sistim pengelolaan limbah, manajemen pengelolaan sampah, dan proteksi terhadap bahaya kebakaran.

“Kelurahan Makassar Timur merupakan salah satu kelurahan yang memiliki lokasi yang sangat strategis, karena berada di kawasan pusat kota dan sebagai simpul jasa dan perdagangan, yang tentunya memerlukan penataan yang lebih baik dari aspek lingkungan hunian, infrastruktur maupun aspek jasa perdagangan,” jelas Wawali.

Konsep perencanaan Kawasan Makassar Timur, katanya, merupakan konsep perencanaan yang sudah lama telah direncanakan bersama-sama dengan Kementeriaan PUPR, Balai BPIW Maluku Utara, KotaKU dan Pemerintah Kota Ternate.

“Dan Alhamdulilah, dalam empat tahun terakhir ini sudah mulai dilakukan perencanaan dan penataan,” katanya.

Menurut Jasri Usman, untuk perencanaan kawasan kumuh Makassar Timur, ada beberapa item pekerjaan yang akan dilaksanakan melelaui DAK Integrasi, antara lain, perumahan, prasarana dan sarana umum, santiasi, air minum, serta TPS 3R.

“Selain kegiatan integrasi, ada juga kegiatan yang dilakukan Balai Prasarana Wilayah Provinsi Malut, yakni pembangunan jalan sepanjang enam meter, pembangunan drainase, ruang terbuka, anjungan kuliner sisi timur, pembangunan lapak anjungan dan pembangunan IPAL anjungan,” sebutnya.

Untuk itu, Wawali Kota Ternate berharap, walaupun setiap kegiatan dilakukan oleh beberapa instansi yang berbeda-beda, namun perencanaannya harus tetap dapat diintegrasikan sehingga bermanfaat dan dampaknya terhadap masyarakat Kota Ternate. *