Rabu, 24 April 2024

Remaja di Kelurahan Fitu Ditemukan Tewas Gantung Diri

Foto Ilustrasi gantung diri | Istimewa/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Seorang remaja bernama M. Tajul Jufri biasa di sapa Uci (19), asal kelurahan Fitu Puncak RT 07/RW 03, ditemukan telah meninggal dunia dengan cara gantung diri, menggunakan seutas tali ayunan adiknya berwarna biru di rumahnya sendiri, Jumat, 10 Desember 2021 sekitar pukul 20.00 WIT.

Uci pertama kali ditemukan dua orang teman sebayanya yakni, Aldi dan Ando.

Aldi, saat ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, dirinya dan Ando, usai turun shalat Isya di masjid langsung bergegas menuju rumah korban dengan tujuan bersilaturahmi. Pada saat tiba depan rumah, Ando orang pertama yang membuka pintu rumah, namun pada saat pintu terbuka korban tersebut sudah ditemukan keadaan tergantung dengan posisi menghadap kebawah.

.”Torang dua dari masjid tujuan kamari sini silaturahmi (kita berdua dari masjid tujuan kesini silahturahmi). Pas Ando yang buka langsung lihat dia so tangantong dengan posisi mangada kabawa baru mulu tabuka dengan air liur mengalir, mata dalam keadaan tara tatutup rapat (tepatnya Ando yang buka langsung lihat korban sudah tergantung dengan posisi menghadap ke bawah lalu mulut terbuka dengan air liur mengalir, mata dalam keadaan tidak tertutup rapat). Setelah itu, torang dua panik langsung kase turun pa dia di lantai. (setelah itu, kita berdua panik langsung turunkan korban ke lantai),” jelasnya saat ditemui TKP.

Adik Korban, Alkarimah (17) menyampaikan, adiknya diketahui meninggalkan dunia, dari kerabatnya. Sebab pada saat itu, Ia, Ibu dan kedua adik-adiknya berada di rumah nenek mereka di RT 06/RW 03.

Menurutnya, korban semasa hidup tidak mempunyai masalah sama sekali dengan keluarganya. Bahkan diketahui adiknya itu rajin melaksanakan shalat 5 waktu.

“Uci pelama ini tarada masalah deng keluarga (Uci selama ini tidak pernah ada masalah dengan keluarga). Torang tarau tau, kalau dia gantong diri, barang torang samua ada di nenek pe rumah (Kita tidak tahu kalau dia-korban gantung diri, sebab kita semua ada dirumah nenek). Torang tau itu juga orang-orang yang datang kase tahu (Kami tahunya juga karena orang-orang datang memberitahukan),” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Ternate Selatan, Ipda Suherman menyampaikan, korban ditolak oleh keluarganya untuk dilakukan visum. Terkait Hasil olah TKP, Kata Suherman, belum bisa disampaikan saat ini karena belum ada koordinasi dengan pihak dokter yang menanganinya.

“Korban tidak lagi di izinkan keluarganya untuk di visum. Sementara hasil olah TKP nanti disampaikan, setelah berkoordinasi dengan pihak dokter Bhayangkara yang menangani,” tandas Kapolsek.*