Kamis, 13 Juni 2024

Bau Busuk Politik dalam Seleksi Direksi dan Dewas Perumda Ake Gaale

Ilustrasi Nepotisme | Foto : Istimewa/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale Air Minum Kota Ternate diduga ada unsur KKN.

Jika mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2021, seharusnya seleksi direksi dan dewas ini menyalahi aturan.

Pasal 19 Poin 12 Perda tersebut, menyebutkan tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah atau calon Legislatif.

Keputusan Pansel ini sangat bertentangan dengan regulasi tersebut. Indikasinya jelas, Pansel yang diketuai Saiful Deni itu, telah meloloskan dua anggota Partai NasDem, yaitu Abdullah Bandang dan Maslan Deis.

Diduga, lolosnya Maslan Deis sebagai calon direksi dan Abdullah Bandang sebagai calon dewas, karena ewu pakewuh terhadap Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Ternate.

Namun, M. Tauhid Soleman saat ditemui Kamis, 18 November 2021 lalu mengaku, lolosnya nama Abdullah Bandang bukan kewenangannya sebagai Ketua DPC, melainkan kewenangan pansel.

“Itu bukan saya, tanya di Pansel. Saya tidak punya kewenangan, semua hasil di Pansel,” ucap Tauhid.

Alih-alih nama Abdullah Bandang sudah menyatakan undur diri sejak 11 Oktober 2021, namun namanya sendiri masih tercatat sebagai anggota partai NasDem aktif.

Jika benar, Abdullah Bandang sudah menyatakan mengundurkan diri dari partainya, lantas kenapa pihak DPW NasDem Provinsi Maluku Utara mengaku tidak menerima, bahkan tidak mengetahui pengunduran diri salah satu anggotanya di DPD itu.

Sekretaris DPW Partai NasDem Maluku Utara, Malik Ibrahim berang. Dia menilai dari sisi etika organisasi, pengunduran diri Abdullah Bandang itu harus diketahui oleh DPW Partai NasDem.

“Ini bukan soal setuju atau tidak setuju Abdullah Bandang ke Perumda, tapi ini soal keabsahan dan etika organisasi. DPW harus tahu melalui tembusan surat, bahwa yang bersangkutan telah mengundurkan diri,” tegas Malik Ibrahim kepada malut.kaidah.id melalui pesan WhatsApp, pada Kamis, 18 November 2021 lalu.

Menurut Malik Ibrahim, dari sisi fatsun keorganisasian, Abdullah Bandang itu telah menyalahi aturan.

Sementara itu, Sekretaris Pansel, Jusuf Sunya saat ditemui di kantor Wali Kota Ternate, Senin, 22 November 2021, tetap bersikukuh bahwa Abdullah Bandang bukan lagi orang politik praktis.

Jusuf bilang, pengunduran diri Abdullah Bandang sejak Oktober lalu, kemudian mengikuti tes calon dewas ini.

“Abdullah Bandang kan bukan pengurus. Dia sudah mengundurkan diri sebelum mendaftar untuk ikut seleksi di Perumda,” kata Jusuf.

Menurut Jusuf, sesuai anggaran dasar NasDem menyatakan, seseorang itu tidak sedang menjadi pengurus ketika yang bersangkuran meninggal dunia, mengundurkan diri, dan melanggar anggaran dasar rumah tangga.

“Nah dia (Abdullah Bandang) ini mengundurkan diri. Dan pengunduran diri itu tidak ada interpretasi lagi. Kalau orang so tara mau jadi pengurus partai lagi yah selesai,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Kesbangpol Kota Ternate data pada keorganisasian Partai NasDem, justru masih menggunakan data lama yang masih diketuai oleh Husni Bopeng dan belum terganti dengan M. Tauhid Soleman. Olehnya itu, nama Abdullah Bandang secara keorganisasian tetap masih di NasDem.

“Ini data NasDem Kota Ternate masih pakai data lama tahun 2018, dan sampai sekarang mereka belum masukan data yang baru dimana ketuanya Pak Tauhid,” terang Kabid Politik Dalam Negeri, Muhammad Ikbal Amar, pada Kamis, 18 November 2021 lalu.

Tak sampai di situ, ketika hasil nama-nama yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, Pansel lagi-lagi meloloskan nama Maslan Deis. Padahal, Maslan sendiri merupakan anggota partai NasDem juga.

Dengan begitu, Pansel tidak komitmen dengan Perda yang sudah ditetapkan. Sehingga terkesan seleksi calon direksi dan dewas ini hanya formalitas.

Dengan begitu, seleksi Direksi dan Dewas Perumda Air Minum Ake Gaale, hanyalah dagelan politik, untuk memuaskan syahwat politik pimpinan daerah yang satu partai dengan kedua Abdullah Bandang dan Maslan Deis.

Ya, bau amis politik sangat tercium hingga dalam seleksi tersebut. *