Jumat, 23 Februari 2024

Pemkot Ternate Berencana Bapinjam Doi ke SMI

Ketua Panitia Hajat Kota Ternate, Rizal Marsaoly | Foto : Nita/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Plt Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berencana meminjam dana Rp150 milyar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sumber dri APBN, guna pembangunan infrastruktur tahun 2022.

“Ada dua skema rencana pinjaman melalui PEN dan PT SMI,” ucap Rizal Marsaoly, Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurut dia, pinjaman itu bertujuan untuk membiayai beberapa fasilitas maupun hal-hal yang terkait peningkatan kualitas di masyarakat.

“Salah satunya, pembangunan air bersih, persampahan dan penataan Pasar Bastiong, serta rumah sakit. Kemarin kita juga difasilitasi oleh Kanwil Perbendaharaan, jadi pinjaman ini untuk biayai peningkatan kualitas pelayanan ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, menurut Rizal, kedua instrumen pinjaman tersebut bisa diupayakan, tinggal dilihat mana yang fleksibel.

“Kita lihat lagi mana yang lebih fleksibel dari pemanfaatan maupun operasional di lapangan,” ucapnya.

Meski begitu, Rizal bilang, pinjaman itu disampaikan dalam KUA-PPAS tahun 2022 sebesar Rp150 miliar, namun belum bisa dipastikan menggunakan pinjaman yang mana dari dua skema tersebut.

“Skemanya tetap jalan, kalau di APBD kan tinggal pembahasan, kan lagi jalan ini KUA-PPAS. karena sifatnya ke DPRD tidak perlu persetujuan, tetapi hanya sebatas pemberitahuan. Berapa nilai yang mau dipinjam, soalnya skema di KUA-PPAS 2022 sebesar Rp150 miliar, yang paling penting dari nilai pinjaman itu prioritas untuk apa,” bebernya.

Rizal menambahkan, untuk prioritas kegiatan yang urgent, yaitu rumah sakit, reklamasi di sisi Kalumata sehingga diperhatikan AMDAL, karena limbah kesehatan persoalan butuh dikaji lebih mendalam lagi.

“Jadi nanti didiskusikan melalui Banggar DPRD, walaupun DPRD hanya sebatas pemberitahuan, tetapi kita tetap meminta masukan atas program prioritas,” terangnya.*