Jumat, 23 Februari 2024

Buka Lahan Baru Tanpa Izin, Warga Perumahan Griya Sangaji Terganggu

Lokasi menuju lahan baru di lingkungan Sabia Puncak | Foto : Sumber/Malut Kaidah

TERNATE, KAIDAH MALUT – Puluhan warga di Perumahan Griya Sangaji, Kelurahan Sangaji mengeluhkan pengerjaan pengusuran lahan baru, yang berdekatan dengan pemukiman mereka, karena sejumlah perabotan mereka jatuh dan pecah.

“”So barapa hari ini torang rasa tanah goyang, sampe ada perabot ruma yang jatuh dan pecah, karena tiap dorang itu kerja pasti rumah bagetar sekali,” keluh salah seorang warga Perumahan Griya Sangaji.

Warga mengeluh, lantaran pengerjaan tersebut menggunakan alat berat, sehingga berdampak pada rumah mereka. Penggunaan alat berat itu untuk pembuatan jalan menuju lahan baru yang saat ini dalam pengerjaan.

Warga lainnya juga mengaku sangat terganggu dengan pekerjaan yang sudah berlangsung dua pekan tersebut.

“Kami sudah coba tanyakan ini ke pihak pengelola perumahan, tapi itu bukan proyek perumahan, melainkan milik kontraktor,” kata warga yang lain.

Selain getaran yang dirasakan warga, lampu jalan yang merupakan swadaya masyarakat setempat pun dicopot. Alhasil, selama dua minggu lampu jalan perumahan tidak menyala.

“Lampu itu swadaya masyarakat, dan sekarang tidak dipasang lagi, jadinya gelap sudah hampir dua minggu ini,” ujar warga lainnya.

Menurutnya, beberapa hari lalu ada petugas yang mengaku sebagai petugas PLN, kemudian memindahkan tiang listrik ke tempat lain, dengan alasan akan ada pengerjaan jalan di lokasi itu.

“Ada yang datang mengaku dari PLN dan pindahkan tiang listrik pake excavator, tapi begitu sudah dipindahkan pada Senin kemarin, lampunya tidak dinyalakan kembali, jadi jalan gelap,” jelasnya.

Kata warga, listrik sempat padam hampir 3 jam, karena proses pemindahan tiang listrik tersebut.

“torang pe lampu mati dari jam 3 sampe 5 sore,” ucapnya.

Ia pun mendatangi kantor PLN, dengan maksud menanyakan pemindahan tiang listrik tersebut, namun setelah bertemu bagian pelayanan gangguan, jawaban dari pihak PLN, itu oknum yang mengaku sebagai petugas PLN.

“Kalau itu oknum, lantas kenapa bisa kase mati lampu sampe 3 jam bagitu,” kata warga.

Terpisah, Lurah Sangaji, Nuryani saat dihubungi via telepon mengaku tidak tahu siapa pemilik lahan yang digusur itu. Pasalnya, Nuryani mengaku tidak ada laporan pengerjaan di areal perumahan.

Ia juga menegaskan, pihak Kelurahan sama sekali tidak pernah mengeluarkan izin apapun kepada pihak yang disebut kontraktor itu.

“Saya tidak tahu mereka siapa, dan saya tidak pernah mengeluarkan izin apapun. Tadi juga Camat dan PUPR sudah turun bersama staf saya, dan hasil peninjauan itu Camat menghentikan sementara pengerjaan tersebut, hingga mereka selesaikan izin-izin untuk persyaratan mereka, karena warga juga terganggu dengan pengerjaan mereka itu,” jelas Nuryani.

Terpisah, Manager PLN UP3 Ternate, Gemal Rizal Kambey ketika dikonfirmasi membantah, jika pihaknya memindahkan tiang listrik. Pasalnya, jika ada pihak yang ingin memindahkan tiang listrik, semestinya menyurat ke PLN sebagai permohonan.

“Jadi kalau mau pindahkan tiang listrik, mereka harus masukan permohonan dan ikuti prosedur serta syarat-syaratnya, kalau ada oknum yang mengaku-mengaku petugas, langsung dilaporkan ke kami,” tegas Rizal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh malut.kaidah.id, pengusuran lahan tersebut sudah berjalan hampir tiga pekan. Sementara itu pemilik proyek sendiri belum diketahui pasti. Menurut informasi, lahan tersebut milik Faruk Albaar yang awalnya dihibahkan untuk lahan pekuburan umum bagi warga Sabia dan Toboleu. Tapi saat ini sudah diambil alih oleh anak-anak Faruk dan dijual kembali ke pihak ketiga.*