Minggu, 14 Juli 2024

Puluhan Pedagang Sayuran Kembali Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Ternate

Pedagang kembali unjuk rasa di kantor Wali Kota Ternate dengan membawa barang dagangan mereka | Foto: Ikram/Malut Kaidah

TERNATE, MALUT KAIDAH – Puluhan pedagang yang notabene ibu-ibu kembali mendatangi kantor Wali Kota Ternate. Kedatangan mereka kali ini, dengan membawa serta dagangan mereka berupa sayur-sayuran, cabe, dan tomat yang kemudian dihamburkan di halaman kantor Wali Kota.

Amatan malut.kaidah.id, Kamis, 2 September 2021, pedagang-pedagang ini kesal dan tak mau terima, lantaran mereka dipindahkan ke pasar Bahari Berkesan III, seperti apa yang diinstruksikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate.

Pedagang yang rata-rata sudah berjualan di atas 5 tahun ini datang, meminta kejelasan pemerintah soal nasib mereka pasca dipindahkan dari pelantaran parkir Pasar Higienis ke tempat jualan yang baru. Pasalnya, dagangan mereka tak laku terjual dan merugi.

Salah satu pedagang, Fatmawati mengatakan, nasib mereka seperti jatuh tertimpa tangga. Barang dibeli dengan harga mahal tapi tidak bisa dijual kembali karena tidak ada pembeli. Alhasil, barang mereka dibiarkan membusuk.

“Besoknya kita beli lagi tapi justru kita rugi lagi karena tidak laku,” kata wanita paruh baya itu.

Citra Pakaya yang juga pedagang mengaku, lokasi yang ditempati saat ini sangat layak, hanya saja berdampak pada hasil jualan mereka yang tidak dijangkau pembeli.

Menurutnya, tidak ada akses strategis untuk pembeli ke lokasi yang mereka tempati, karena terhalang.

Pedagang berharap, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman bisa segera turun ke lokasi untuk mengecek langsung kondisi pasar.

“Kita ini dipindahkan di belakang pedagang ikan ngafi, tempat itu terkurung di tengah tidak ada jalan dan barang (dagangan) rusak. Modal duga-duga (sedikit), beli barang habis buang karena rusak,” katanya.

Setelah kurang lebih satu jam berorasi, ibu-ibu pedagang ini bertemu dengan Sekretaris Kota Ternate, Jusuf Sunya dan Kadis Perindag Hasyim Yusuf.*