Sabtu, 18 Mei 2024

Kembalikan Formulir, Sultan Tidore: Saya Ada Chemistry Dengan Nasdem

Pengembalian formulir ke Nasdem Malut (Nita/kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Bakal calon Gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengembalikan formulir dalam penjaringan Partai Nasdem Malut, Selasa, 07 Mei 2024.

Kedatangan Sultan dan tim pemenangan, disambut hangat oleh ketua dan jajaran partai Nasdem Malut.

Usai menyerahkan formulir, Sultan dan tim arahkan ke ruang rapat sembari menunggu hasil verifikasi dokumen yang telah dimasukkan.

Ketua Bappilu Nasdem Malut, Irfan Umasugi dalam sambutannya mengatakan, Nasdem terbuka dengan bakal calon kepala daerah yang memilih Nasdem untuk berkoalisi, pada Pilkada 2024 mendatang.

Sementara Sekretaris Partai Nasdem Malut, Malik Ibrahim dalam kesempatan itu meminta Sultan untuk memaparkan tujuannya ke Nasdem. Baginya, siapa saja yang akan diusung oleh Nasdem, diharapkan bisa menyamakan visi misi untuk pembangunan Maluku Utara.

Sementara itu, Sultan menyatakan, partai Nasdem adalah salah satu partai kebanggaannya. Sultan berharap, ke depan Nasdem bisa mengusai Maluku Utara.

“Oleh karena itu, saya ingin Malut menjadi lebih baik. Karena kalau dari sisi kesehatan, Maluku Utara ini sedang sakit. Jadi bagaimana kita harus menyelamatkan Maluku Utara, itu perlu tangan-tangan terampil. Saya mewanti-wanti ke keluarga saya, kalau saya terpilih sebagai gubernur, jangan pernah mencampuri masalah pemerintahan dan proyek apa saja yang ada di Maluku Utara. Saya pun jika dalam perjalanan nanti, tentu saya butuh dikritik dan butuh saran,” tegasnya.

Menurut Sultan, Nasdem merupakan partai politik yang sejalan dengan arah visi misinya pada Pilkada 2024 nanti.

Sejauh ini, Sultan dan tim pemenangannya terus melakukan koordinasi dengan beberapa partai. Seperti PDI Perjuangan, PAN dan Gerindra.

“Kalau di Nasdem saya merasa ada garansi bagi saya, karena saya ada chemistry dan dekat lama dengan Nasdem,” ucap sultan.

Sebelum dipublis, Sultan sempat kaget lantaran namanya masuk tiga besar pada survei pendahulu, yang dilakukan beberapa lembaga survei. (*)