Minggu, 19 Mei 2024

Ungkapan Sultan Tidore Bagi Keberhasilan Malut United, COO: Terima Kasih Telah Mengapresiasi Kami

Penyerahan jersey Malut United kepada Sultan Tidore sebagai cenderamata (Ist/Kaidahmalut)

TIDORE, KAIDAH MALUT – Kemenangan tim Malut United FC tak hanya dirasakan oleh para pecinta sepak bola di Maluku Utara, tetapi euforia itu pun dirasakan oleh Sultan Tidore, Husein Alting Sjah.

Hal tersebut diungkapkan Sultan usai menggelar buka bersama rombongan Malut United di Kedato Kesultanan Tidore, Jumat, 15 Maret 2024.

Bagi Sultan, Malut United adalah pahlawan yang telah berjuang di dunia olahraga sepak bola, dan berhasil menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara.

“Terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kebanggaan Maluku Utara. Pemain dan pelatih sudah berjuang dan memberikan usaha terbaik, sehingga masyarakat Maluku Utara bisa berbangga,” ungkap Sultan.

Selain berbuka puasa, kedatangan rombongan Malut United ke Tidore juga merupakan perayaan keberhasilan bersama Sultan.

Sebelum ke Tidore, rombongan terlebih dahulu disambut ribuan warga Ternate mulai dari Bandara Sultan Baabullah menuju Landmark, dan berbuka puasa bersama masyarakat, Kamis, 15 Maret 2024.

Tim Laskar Kie Raha disambut oleh para pendukung. Hal serupa juga dilakukan warga Tidore yang senantiasa menunggu skuad Malut United tiba di pelabuhan speed boat Rum.

Pantas saja tim asuhan Coach Imran Nahumarury itu diperlakukan demikian, sebab, lolosnya Malut United ke kasta tertinggi sepak bola Tanah Air adalah obat rindu bagi warga Moloku Kie Raha.

Sudah 17 tahun Maluku Utara tidak memiliki klub sepak bola yang berkompetisi, di divisi teratas Liga Indonesia.

Klub terakhir yang bisa merepresentasikan gairah sepak bola Maluku Utara adalah Persiter Ternate, di Divisi Utama Liga Indonesia 2007.

Setelah itu, tak ada lagi wadah untuk melampiaskan gairah mendukung tim kebanggaan hingga lahirlah klub bernama Malut United.

Lahir dengan membawa semangat persatuan dan misi memberikan sukacita, Malut United kini berhasil menghadirkan kebahagiaan di tengah warga Maluku Utara lewat promosi Liga 1.

“Tidak ada kata lain, kecuali ucapan syukur dan terima kasih kepada para pemain, pelatih, serta manajemen yang sudah berjuang untuk Maluku Utara,” kata Sultan.

Sultan juga turut menyelipkan doa dalam ucapannya. “Saya percaya Tuhan akan menggantikan segala jerih payah dan pengorbanan tim Malut United, dengan memberikan yang terbaik di masa depan,” ujarnya.

Sementara, COO Malut United Willem D. Nanlohy pun mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa, yang diberikan kepada Laskar Kie Raha.

“Terima kasih atas antusiasme yang sudah diberikan, dari nonton bareng hingga melaksanakan konvoi untuk mengapresiasi perjuangan kami. Pencapaian ini untuk masyarakat Maluku, Maluku Utara, dan seluruh pendukung Malut United,” tutur Willem D. Nanlohy dalam sambutan di Kesultanan Tidore.

Kebersamaan dalam jamuan buka puasa dan makan malam tersebut, menjadi simbol persatuan Kesultanan Tidore dan Malut United sebagai satu saudara dalam keluarga besar Maluku Utara.

“Kami bangga bisa bertemu langsung dengan saudara-saudara pendukung Malut United di Tidore. Semoga Malut United bisa terus menghadirkan kebahagiaan, bagi masyarakat Maluku Utara,” kata salah satu pemain, Aditya Putra Dewa.

Kunjungan singkat ke Kesultanan Tidore sekaligus menutup rangkaian perayaan keberhasilan promosi ke Liga 1 di Maluku Utara. Sekaligus “pulang kampung” menyapa para pendukung Laskar Kie Raha.

Setelah perayaan keberhasilan usai, manajemen pun mengumumkan pembubaran tim yang berkompetisi di Pegadaian Liga 2 2023-2024. Para pemain dan pelatih kembali ke daerah masing-masing pada Sabtu, 16 Maret 2024. (*)