Jumat, 24 Mei 2024

Kemenangan Malut United FC Jadi Bahan Evaluasi, Aka: Ini PR untuk Pelatih

Abubakar, salah satu pendukung Malut United FC di Ternate (Ist/Kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Pertandingan Liga 2 Indonesia antara tuan rumah Malut United FC melawan Perserang, di Stadion PTIK Jakarta, Senin, 18 September 2023 cukup meneganggkan.

Laga kandang yang disaksikan melalui aplikasi Video.com itu, sungguhmenyedot perhatian pecinta sepak bola, khususnya masyarakat Maluku Utara.

Meski tak berlaga di Maluku Utara namun, kecintaan masyarakat kepada Malut United FC terlihat pada antusiasme menggelar nonton bareng di sejumlah kafe.

3 gol cantik disumbang oleh Ahmad Subagja Baatish di menit ke-9, dan Hari Nur di menit ke-88 dan injury time, akhirnya membawa Malut United FC pada peringkat kedua klasmen sementara di grup 2.

Salah satu pecinta sepak, Abubakar mengaku, kehadiran Malut United FC merupakan angin segar bagi warga Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Bagi dia, Malut United adalah obat untuk kerinduan pecinta sepak bola.

Dari segi komposisi pemain, Aka sapaan akrab Abubakar itu, menyebut sangat komplit. Apalagi, tim asuhan Imran Nahumarury banyak jebolan pemain nasional.

Diperkuat dengan kapten Ilham Udin Armaiyn, Rival Lastory, Rafli Selang kemudian ada pula 2 pemain asing asal Ghana, Derick Sasraku dan dari Uzbekistan, Mukhamad Isaev tentu menjadikan tim merah ini semakin berani menghadapi lawan-lawannya.

“Komposisi Malut United FC sudah mantap, hanya mungkin seperti pemain asing butuh penyesuaian saja. Pertandingan kemarin sore itu seru, saya juga hampir kecewa karena kedudukan skor sudah imbang 2-2, tetapi di menit terakhir Hari Nur tutup dengan 1 gol sehingga MU unggul dengan skor 3-2,” ungkap pria asal Ternate itu, saat diwawancarai Selasa, 19 September 2023.

Bagi member Skuad Englad Maluku Utara itu, mengumpulkan pemain Malut United dari klub mereka sebelumnya, mungkin saja bukan perkara mudah. Sebab, lanjut dia, coach Imran Nahumarury juga harus mempelajari psikologi anak-anak asuhannya itu. Ini juga jadi PR bagi pelatih yang juga mantan pemain Persija itu.

“Mereka kan dari berbagai klub dan ada juga yang lokal biasa main tarkam, jadi butuh penyesuaian. Dan saya lihat coach sudah cukup kerja keras untuk tim baru ini. Menang setelah imbang lawan Cimahi juga butuh kerja keras kan. Namun coach harus waspada dab evaluasi pemain itu wajib,” timpalnya.

Menjadi klub baru di Maluku Utara, MU juga butuh dukungan dan doa dari para sporter, khususnya masyarakat Maluku Utara.

“Harapan saya sebagai salah satu fans Malut United FC, tim ini harus tetap semangat karena masih ada beberapa laga lagi ke depan. Dan lawan-lawannya pun kita tidak boleh pandang sebelah mata, karena dalam pertandingan, tidak ada yang bisa memprediksi hasilnya. Terpenting tim harus solid dan kompak, coach juga harus memiliki taktik yang bisa mengecohkan lawan,” tukasnya. (*)