Sabtu, 18 Mei 2024

BKKBN Maluku Utara Terima Penghargaan Terbaik Pelayanan KB

Penerimaan penghargaan BKKBN (Istimewa/kaidahmalut)

JAKARTA, KAIDAH MALUT – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara meraih penghargaan Pencapaian Terbaik 1 Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP). Penghargaan itu, dalam rangka Hari Kartini yang dilaksanakan secara serentak di seluruh fasilitas Kesehatan se-Indonesia, pada 18-26 April 2024.

Penghargaan diterima langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Nuryamin, saat Rakornis Kemitraan dan Kick Off Bakti TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan dan Percepatan Penurunan Stunting, yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2024.

Acara diselenggarakan secara luring di Aula Birawa, Hotel Bidakara dan secara daring melalui chanel youtube official BKKBN.

Kegiatan dihadiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Kepala BKKBN RI Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K), Kepala LAN RI, Kapuskes TNI, Wakil Aster Staf Angkatan Darat, Kapuskesad TNI, Kadispenad, Kapusdokes Polri, para pejabat BKKBN Pusat dan Provinsi serta para mitra kerja BKKBN.

Berdasarkan data hasil Pelayanan KB dalam rangka Hari Kartini, Maluku Utara memperoleh capaian Pelayanan KB Pasca Persalinan, sebanyak 904 dari total 4.065 pelayanan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pegawai BKKBN Provinsi, PKB/PLKB, Bidan dan Dokter serta para mitra kerja yang membantu pelaksanaan pelayanan KB dalam rangka Hari Kartini.

Peran pemangku kepentingan dan mitra kerja sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Maluku Utara.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan dukungan OPD KB kabupaten/kota dan peran petugas KB, serta kader IMP dalam mensukseskan pelayanan KB yang berkualitas dan menyeluruh kepada masyarakat, karena pelayanan KB adalah bagian penting dari kesehatan masyarakat yang tujuannya untuk memberikan kontrol lebih besar kepada individu, dan pasangan dalam hal reproduksi dan perencanaan keluarga. Hal ini juga berkontribusi pada pengendalian pertumbuhan penduduk, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan Perempuan,” pungkas Nuryamin. (*)