MALUKU, KAIDAH MALUT – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki, meresmikan peningkatan jam nyala listrik dari 12 jam menjadi 24 jam penuh di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada Rabu, 31 Desember 2025.

Peresmian ini menjadi kado istimewa menyambut Tahun Baru 2026 bagi masyarakat di salah satu pulau di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Indonesia. Peningkatan layanan kelistrikan ini merupakan tonggak penting dalam komitmen PLN menghadirkan listrik andal, merata, dan berkeadilan hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan negara.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko menyampaikan, hadirnya listrik 24 jam di Pulau Liran bukan sekadar peningkatan layanan, melainkan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN bagi masyarakat di daerah tersebut.

“Listrik 24 jam ini kami persembahkan sebagai kado Tahun Baru 2026 untuk masyarakat Pulau Liran. Kami berkomitmen memastikan seluruh warga, termasuk di wilayah kepulauan terluar, dapat menikmati akses listrik yang andal sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup dan pembangunan daerah,” ujar Soeratmoko.

Lebih lanjut, Soeratmoko menyampaikan harapannya agar kehadiran listrik 24 jam dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk mendorong kemajuan daerah.

“Kami berharap listrik yang kini menyala sepanjang hari dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Pulau Liran, baik untuk pengembangan usaha, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, maupun penguatan aktivitas sosial. Semoga listrik ini menjadi energi penggerak kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Dengan beroperasinya listrik selama 24 jam penuh, diharapkan aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda perekonomian di Pulau Liran dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Saumlaki, Hendrik Ferdinand Siahaan menjelaskan, peningkatan jam nyala listrik ini merupakan hasil dari kesiapan infrastruktur dan kerja keras seluruh insan PLN di lapangan.

“Peningkatan jam nyala listrik menjadi 24 jam di Pulau Liran merupakan wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang andal dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, khususnya di wilayah kepulauan,” ungkap Hendrik.

Lebih lanjut, Hendrik menerangkan, keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi operasional pembangkit, penguatan sistem kelistrikan, serta sinergi tim PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik. PLN juga akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan sistem guna memastikan layanan listrik tetap aman dan berkelanjutan. (*)