Minggu, 19 Mei 2024

Pemprov Maluku Utara Didesak Bergerak Cepat Atasi Persoalan Sagea

Ketua Bidang Perhutanan, Sosial, dan Kemitraan Lingkungan DPD KNPI Maluku Utara, Onasis Lapae (Ist/Kaidahmalut)

TERNATE, KAIDAH MALUT – Kondisi lingkungan di kawasan pertambangan di Halmahera Tengah saat ini, tengah menjadi sorotan publik. Belum selesai dengan persoalan tercemarnya sungai Sagea, kini giliran IWIP yang dilanda banjir bandang, Rabu, 13 September 2023 akibat hujan deras.

Deretan peristiwa tersebut bukan isapan jempol semata, melainkan kelalaian pengusaha tambang yang tamak dan tak peduli dengan lingkungan.

Limbah perusahaan dan gundulnya hutan, jadi pemicu malapetaka bagi masyarakat sekitar. Apalagi sungai Sagea, salah satu ikon pariwisata dan sumber kehidupan masyarakat Fogogoru.

Hal ini lantas direspons oleh Ketua Bidang Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan DPD KNPI Provinsi Maluku Utara, Onasis Lapae.

Onasis menilai, kelalaian tersebut ada di pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar. Perusahaan telah mengabaikan pemilahan lingkungan, yang justru bertentangan dengan lingkungan yang pada prinsipnya harus dijaga dan dirawat.

Menurutnya, perubahan iklim (climate change), kehilangan keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan, krisis air, pengurangan hutan, pemanfaatan sumber daya berkelanjutan, pencemaran sampah plastik adalah isu lingkungan.

Dan jika hal tersebut dibiarkan terus-menerus, maka percaya atau tidak, kawasan pemukiman warga yang akan sulit memperoleh air bersih.

Selain itu, lingkungan yang semestinya bersih dan asri, itu akan dicemari oleh limbah perusahaan, baik dari udara, air, dan tanah.

Pencemaran tersebut memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia, kehidupan air dan darat, serta kelestarian lingkungan secara keseluruhan.

Memang, persoalan seperti itu sering terjadi hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia atau tepatnya di Kalimantan Barat. Apalagi di daerah itu, hutannya banyak dan luas. Jika tidak dijaga, maka pencemaran lingkungan, udara dan air yang jadi kebutuhan manusia pun, akan muncul.

Olehnya itu, Onasis meminta kepada Pemprov Maluku Utara segera mengambil langkah cepat, agar masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Halmahera Tengah, bisa terselesaikan dengan cepat. (*)