Jumat, 12 Juli 2024

Jalan Rusak di Halbar, Warga Sebut Pemerintahan JUJUR Tak Ada Perhatian

Jalan rusak di Desa Bonanehena, Jailolo, Halbar (Foto: Marwan/Kaidahmalut)

HALBAR, KAIDAH MALUT – Warga Desa Bobanehena, Jailolo keluhkan jalan rusak dan berlubang.

Bahri salah satu warga Desa Bobanehena menyebutkan, kerusakan jalan di desa setempat menunjukan bahwa, program JUJUR (James Uang-Jufri Muhamad), yakni jalan sampai ke pelosok desa dan program Halbar Nyaman dinilai gagal.

Kekecewaan warga Desa Bobanehena lantaran, jalan rusak yang dialami desa tersebut sudah bertahun-tahun. Tetapi pemerintah setempat tidak pernah menggubris hal tersebut.

“Jalan ini sudah berulang kali ditampal oleh masyarakat dan juga oleh Pemdes setempat, bahkan Asosiasi Sopir Dump Truck juga menampal dengan tanah timbunan, tapi akibat diguyur hujan sehingga membawa material, yang menutup jalan berlubang tersebut hingga jalan kembali berlubang,” jelas Bahri, saat ditemui Senin, 16 Januari 2023.

Ia juga mengaku, jalan di Desa Bobanehena tidak pernah diperbaiki lagi, semenjak kepemimpinan Bupati Namto sampai sekarang.

Padahal, kata Bahri, Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad kepemimpinannya sudah memasuki dua tahun, namun nyatanya tidak ada perhatian serius soal fasilitas infrastruktur di Bobanehena, terutama soal jalan yang menjadi alternatif penghubung antar desa.

“Ini jalan penghubung dengan Desa Payo dan juga desa tetangga lainnya. Begitu juga terutama masyarakat yang berkunjung ke wisata Rapa Pelangi, maupun ketika masyarakat Bobanehena pergi ke kebun otomatis melewati jalan rusak tersebut,” ujarnya.

Dengan kondisi jalan seperti itu, pastinya dapat mengancam nyawa pengguna jalan. Apalagi di jalan tersebut ada tanjakan kecil, pastinya sangat berbahaya.

“Tepatnya ditanjakan otomatis dapat mengancam nyawa pengendara, jadi kami minta Bupati dan Wakil Bupati Halbar harus punya perhatian khusus,” pintanya.

“Mau nyaman bagaimana kalau kondisi jalan seperti ini, atau pemerintah sampai menunggu adanya korban baru memperbaiki,” tukasnya. (*)