Kamis, 13 Juni 2024

Korban Gempa Gane Luar Gugat BPBD, BRI dan PT Jeras Bangun Persada Halsel Ke PN Labuha

Kuasa Hukum Warga Korban Gempa Gane Luar, Bambang Joisangadji | Foto : Istimewa/Malut Kaidah

HALSEL, KAIDAH MALUT – Sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK) di Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan (Halsel) menggugat BPBD, BRI KCP Labuha, dan PT Jeras Bangun Persada Halsel ke Pengadilan Negeri (PN) Labuha terkait Hunian tetap (Huntap).

Puluhan warga ini merupakan korban gempa Desa Gane Luar, yang diadvokasi oleh Kuasa Hukum Bambang Joisangadji.

Gugatan tersebut sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Perkara Nomor: 39/PDt.G /2021/PN lbh Senin, 13 Desember 2021.

“Tepat pada hari ini kami selaku tim kuasa hukum warga korban gempa Desa Gane Luar secara resmi telah memasukan gugatan pihak BPBD Halsel, pihak Kontraktor dan pihak Bank BRI KCP Labuha ke Pengadilan Negari Labuha atas perkara bantuan Huntap,” ungkap Bambang.

Laporan yang diajukan berdasarkan permintaan masyarakat yang merasa dirugikan, atas dugaan bantuan anggaran huntap yang hingga kini belum direalisasi secara baik.

Olehnya itu, Bambang bilang, warga korban gempa Desa Gane Luar memberikan kuasa untuk mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Labuha, terkait dengan uang bantuan korban gempa yang di blokir dalam rekening warga selaku penerima bantuan korban gempa.

“Tindakan pemblokiran dan dan pemotongan uang Rp15 juta dalam rekening warga penerima bantuan korban gempa itu adalah merupakan tindakan yang melawan hukum, oleh sebab itu kami telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Labuha,” tandasnya.*