Kamis, 28 September 2023

Diduga Kakak Kepala Desa Kida Mengancam Wartawan di Halsel

Sumber foto : Istimewa/Malut Kaidah

HALSEL, KAIDAH MALUT – Seorang warga yang mengaku sebagai Sekretaris Desa Kida, mengancam salah seorang wartawan di Halmahera Selatan (Halsel) dengan kata-kata kasar dan mencaci maki.

Kejadian tersebut berawal ketika Alif Budiman yang merupakan wartawan online Sibelanews.id hendak melakukan wawancara via telepon kepada Kepala Desa Kida, Gazali Sakka pada Rabu, 10 November 2021 sekitar pukul 15.00 WIT.

Menurut Al sapaan akrab Alif, awalnya ia mengkonfirmasi Kades Gazali Sakka, terkait aset desa setempat yang sudah dibawa dan belum dikembalikan.

Seusai wawancara berlangsung, tiba-tiba ada seseorang menelpon Al dengan mengatasnamakan Sekretaris Desa (Sekdes), yang kemudian dalam sambungan teleponnya mengeluarkan kata-kata ancaman bagi Al.

Al yang saat itu bersama rekan wartawan lainnya ikut mendengar percakapan itu, lantas mengatakan itu bukan suara Sekdes melainkan Kakak Pj Kades Kida.

“Ini dengan Sekretaris Kida ni, ngoni mo urusan apa mo intervensi deng katinting deng nene moyang apa ni, ngana tu kapasitas apa kong, ngoni pe nene moyang? Wartawan kong wartawan sapa? Wartawan nene moyang sapa, nama sapa? Saya mo cari pa ngana,” kata penelpon yang mengaku sebagai Sekdes Kida itu.

(Ini dengan Sekretaris Kuda, urusan apa kalian intervensi soal ketinting, dan nenek moyang ala, kapasitas kamu itu apa, nenek moyang? Wartawan nenek moyang siapa, siapa nama kamu. Saya mau cari kamu)

“Ngoni tulis apa, ngoni pe kewenangan apa kong mo tulis, dasar bodok nau-nau kambing. Ngana tulis, tara tahu apa-apa cuma duduk baru peras-peras orang kong mau tulis, ada urusan apa tulis deng intervensi di Kida sana,” cetusnya.

(Kalian tulis ala, kalian punya kewenangan apa untuk tulis itu, dasar bodoh, kambing. Kamu tulis tapi tidak tahu apa-apa, cuma duduk peras-peras orang lantas mau tulis dan mau intervensi di Kida).

Perdebatan di telepon pun terjadi, Alif yang tidak terima lantaran dicaci maki dan dikatai bodoh, lantas membela diri dan mengatakan tidak ada niat mengintervensi.

“Saya hanya tulis berdasarkan yang ada, saya tulis tetap saya tulis, saya tara intervensi tapi ini suara masyarakat, kalau mau baku dapa saya, silakan saya ada disini di kediaman wakil bupati,” pungkas Al.

(Saya hanya menulis berdasarkan yang ada, saya tulis tetap saya tulis, saya tidak intervensi tapi ini suara masyarakat, kalau mau ketemu saya, silakan, saya ada di sini, di kediaman wakil bupati).

Alif saat diwawancara malut.kaidah.id, Kamis, 11 November 2021 mengaku, tidak ada niat untuk berdebat, lantaran hanya ingin mewawancarai terkait aset di Desa Kida.

“Saya tidak ada urusan, saya wartawan tetap saya tulis sesuai dengan data yang saya peroleh,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Sekdes Kida belum bisa dihubungi.

Wartawan sibelanews.id Biro Halsel dan beberapa teman-teman pers lainnya berencana akan melaporkan tindakan pengancaman, dan penghinaan yang dilakukan sekelompok orang membantu Pj Kades Gazali Sakka kepada insan pers ini, kepada pihak Kepolisian.

AL berharap agar pihak Kepolisian segera mengusut kasus tersebut

“Dan semoga ke depannya nanti tidak akan ada lagi perbuatan serupa terjadi,” pungkas AL.