Minggu, 14 Juli 2024

Sungai Desa Babang Mengancam Sarana Pelabuhan. Perlu Normalisasi

Sampah-sampah yang berdekatan dengan pelabuhan UPP Kelas II Babang | Foto : Bahrudin/Malut Kaidah

LABUHA, KAIDAH MALUT – Lambatnya penanganan dinas terkait dalam upaya mitigasi dan normalisasi muara sungai, dapat mengancam stabilitas, sarana dan prasana Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang.

Pasalnya, setiap kali hujan mengguyur Desa Babang dan aliran muara sungai mengalir kencang lambat laun dapat merusak bangunan jembatan.

Amatan awak media, dengan adanya muara sungai yang letaknya tepat mengarah ke badan jembatan dapat mengganggu aktivitas bongkar muat kapal yang berada di areal pelabuhan. Bahkan tumpukan sampah di aera pelabuhan terbilang cukup banyak.

Kepala Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang, Rosihan Gamtjim, ketika dikonfirmasi awak media, Selasa, 2 November 2021, menyampaikan, kebaradaan muara sungai yang mengalir tepat di badan jembatan menjadi ancaman yang harus secepatnya dicarikan solusi.

“Karena ini ada muara sungai yang arahnya tepat menghadap badan pelabuhan, sehingga menjadi ancaman. Aktivitas kolam pelabuhan sudah mulai terancam,” katanya.

Dia bilang, masalah itu harus segera dicarikan solusinya, karena berkaitan dengan kepentingan umum, terkait pelayanan pelabuhan, serta keberlangsungan lingkungan sekitar.

Dia menambahkan, setiap kali hujan, terjadi penumpukan sampah yang terbilang cukup luar biasa di areal pelabuhan, akibat dari aliran muara sungai tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas PUPR untuk segera kita memikirkan secara bersama, sehingga kepentingan umum, kepentingan pelayanan pelabuhan dapat teratasi dengan baik,” sarannya.

Salah satu solusi, kata Rosihan, dengan cara melakukan normalisasi sungai sehingga aliran sungai tidak lagi mengenai badan pelabuhan. *