Sabtu, 18 Mei 2024

Pipa Pembuangan Limbah Ikan di Pasar Jailolo Tersumbat, Disperindag Salahkan Dinas PUPR

Kondisi limbah ikan di pasar Jailolo (Marwan/Kaidahmalut)

HALBAR, KAIDAH MALUT – Tersumbatnya saluran pembuangan limbah ikan di pasar Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, mengakibatkan aroma tidak sedap bagi pedagang maupun pengunjung yang berbelanja di areal tersebut.

Pantauan Kaidah Malut, Kamis, 29 Februari 2024, kendala penyumbatan air limbah ikan lantaran pipa yang digunakan memiliki ukuran terlalu kecil, sehingga air limbah tersumbat dan mengeluarkan bau busuk.

Salah satu pedagang di pasar Jailolo bernama Oji mengatakan bahwa, keluhan ini sudah disampaikan berulang kali ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hanya saja dinas terkait terkesan cuek akan masalah tersebut.

“Keluhan ini sudah kita sampaikan ke dinas terkait, dan mereka juga sudah turun mengecek langsung. Hanya saja sampai saat ini tidak ada tindaklanjut,” ucapnya.

Ia melanjutkan, bau busuk yang keluar dari pembuangan limbah tersebut, sangat mengganggu aktivitas pedagang, baik pedagang ikan, buah dan lain sebagainya.

“Sudah banyak pedagang yang mengeluh, tapi tidak ada respon dari pemerintah,” cetusnya.

Untuk itu, ia berharap agar Dinas terkait secepat mungkin dapat menggantikan pipa yang sekarang dengan pipa yang berukuran besar, sehingga air limbah ikan tidak tersumbat lagi.

“Pasar ikan ini sudah tentu membutuhkan air yang banyak, jika pipa pembuangan saja kecil seperti itu lantas bagimana ia bisa menampung air limbah yang ada,” pungkasnya.

Senada disampaikan salah satu pedagang bawang, rica dan tomat (Barito), Rahmat. Menurutnya pipa tersebut sudah di cor di bagian dalam pembuangan, sehingga tidak bisa lagi serap oleh tanah, dan akhirnya mengeluarkan bau busuk.

“Bau tidak sedap dari limbah ini, berlangsung sudah sekitar lima bahkan enam bulan,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, pengelola pasar Jailolo, Mukamel Jasim, mengaku belum tahu akan masalah tersebut, dikarenakan tidak ada pedagang yang datang mengeluh di kantor Disperindag.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan normalisasi tempat pembuangan limbah, bahkan mau melakukan proses pembuangan lagi, hanya saja sejauh ini belum ada tindaklanjut dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kita akan koordinasi dengan pimpinan (Kadis Perindagkop) dan tingkat SKPD dalam hal ini Dinas PU. Karena dari awal, mereka yang membuat Tempat Pembuangan air limbah di pasar Jailolo,” tandasnya. (*)