Sabtu, 18 Mei 2024

BPBD Halmahera Utara Gandeng PVMBG Bandung Sosialisasi Penanganan Erupsi Gunung Dukono

HALUT, KAIDAH MALUT- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Maluku Utara bersama tim tanggap darurat lembaga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, menggelar sosialisasi Peningkatan Letusan Gunung Dukono, serta dampak terhadap pemukiman.

Sosialisasi dilaksanakan pada Selasa 14 November 2023 di Kantor BPBD Halut.

Kesempatan itu, PVMBG Bandung Andry Setia Prayoga mengatakan, pihaknya memiliki tugas melaksanakan kegiatan penyelidikan dan pelayanan dengan membuat regulasi, kemudian lakukan kegiatan penyelidikan, pemetaan, menganalisis resiko bencana untuk peringatan dini aktivitas gunung api dan gerakan tanah.

PVMBG juga memiliki tugas melakukan pemantuan dan juga evaluasi. Untuk gunung Dukono Halmahera Utara sendiri, masuk pada gunung api Tipe A.

Ia bilang, setiap gunung api yang bearda di Indonesia, mempunyai jenis bahaya bencana yang berbeda-beda.

“Sosialisasi ini agar kita memahami bersama bagaimana rangkaian upaya, untuk mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan. Jadi tim pemantuan di daerah terus melakukan pemantauan aktivtas gunung api,” jelasnya.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BPBD dan staf, stakeholders, camat dan tamu undangan lainnya.

Kepala BPBD Halut Hentje M L. Hetharia melalui kegiatan tersebut, mengapresiasi awak media yang telah berkontribusi dalam penyebarluasan informasi pemberitaan terkait aktivitas gunung berapi, Dukono.

Ia bilang, dalam sepekan ini, aktivitas letusan Dukono mengalami peningkatan. Sementara dalam 10 hari pemantauan, jumlah letusan masih staknan dan belum mengalami pengurangan letusan.

Dimana letusan biasanya 50 kali dalam sehari, namun saat ini mengalami peningkatan 100 kali letusan,dan saat ini pula belum mengalami penurunan ini sesuai data dari pos pemantauan di mamuya,” jelasnya.

“Terima kasih kepada tim tanggap darurat gunung api Dukono dari Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kemetrian ESDM di Bandung, yang sudah memberikan sosialisasi menambah pengetahuan untuk mengurangi resiko bencana,” ungkapnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan sampai kapan aktivitas erupsi Dukono.

“Kami masih mengupayakan mitigasi untuk keselamatan masyarakat, baik itu pembagian masker, imbauan dan beberapa kegiatan untuk membuat pembersihan jalan dari abu vulkanik gunung Dukono,” ujarnya.

Koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Maluku Utara, BNPB, dan Kementrian Sosial selalu dilakukan. Tujuannya, untuk melaporkan terkait kondisi mengenai bencana erupsi gunung, yang saat ini lebih banyak mengeluarkan abu.

Selain itu, BPBD juga antisipasi dengan ketersediaan obat-obatan, makanan, tenda dan tempat evakuasi pengungsian.

“Jadi kegiatan ini untuk menambah pengetahuan kita bersama, bagaimana cara mengurangi resiko bencana gunung berapi. Karena kita lihat bersama belakangan ini ada peningkatan debu vulkanik gunung Dukono, sehingga terjadi peningkatan penderita penyakit ispa di RSUD Tobelo sekitar 15 persen dan rata-rata warga Tobelo Selatan,” pungkasnya. (*)