Jumat, 23 Februari 2024

1.200 Karton Minyak Goreng Fortune Akan Didistribusikan Hari Ini

Kapolda Malut bersama kepala Disperindag Kota Ternate saat melakukan sidak ke Gudang PT Harta Jaya Ternate | Foto : Acim/Kaidah Malut

TERNATE, KAIDAH MALUT – Sebanyak 1.200 karton minyak goreng merek Fortune, rencananya hari ini akan didistribusikan oleh PT Harta Jaya ke kios-kios di pasar dan sejumlah toko di Kota Ternate.

Pemilik PT Harta Jaya, Robin mengaku, sejak tanggal 18, dan 25 Februari ditambah 12 Maret 2022 sudah tiga kali pasokan minyak goreng masuk ke Harta Jaya.

“Ini hari baru rencana kita suplay ke toko dan warung di pasar. Tapi kalau toko kami sendiri, kami tidak jual, jadi kami hanya suplay,” kata Robin kepada wartawan, usai gudangnya disidak Kapolda Malut dan Disperindag Kota Ternate, Selasa, 15 Maret 2022.

Ia bilang, pihanya hanya melaksanakan imbauan dari Disperindag Kota Ternate. Harga minyak goreng yang disuplay ke toko pun harganya sesuai aturan Pemerintah daerah (Pemda) yaitu Rp13 ribu per liter.

“Jadi toko-toko diimbau jualnya Rp14ribu per liter. Kalau diluar dari itu saya tidak tahu lagi,” akunya.

Untuk toko-toko yang disuplay juga tergantung kemampuan, semisalnya kata Robin, jika toko tersebut mampunya membeli hanya 5 karton minyak goreng, berarti kita berikan sesuai kemampuan dan permintaan.

Ia juga menegaskan, pihaknya sama sekali tidak melayani pembeli yang datang tanpa surat rekomendasi dari Disperindag yang menyatakan, bahwa pembeli sendiri memiliki toko. Hal itu dilakukan, agar tidak ada konsumen biasa atau dari kalangan rumah tangga yang mengatasnamakan pemilik toko.

“Jika ada toko yang minta 5 hingga 10 karton itu kita berikan, karena sesuai kemampuan. Tetapi kalau mintanya sampai 100 karton kita tidak berikan, karena sudah tidak sesuai kemampuan kan. Saya juga hanya meneruskan imbauan Diaperindag, jadi beli minyak goreng pakai surat rekomendasi yang menyatakan pembeli benar-benar adalah toko,” terangnya.

Bahkan, sambung dia, ada yang datang membeli dengan memalsukan surat rekomendasi Disperindag, namun hal itu diketahui dan tidak diberikan stok minyak goreng.

“Itu kan hanya form kosong dan ada yang fotocopy dan bukan asli, itu langsung saya tolak,” sambungnya.

Sebagai salah satu distributor, ia ingin menyetok minyak goreng sebanyak mungkin, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat juga. Ia bilang, saat ini yang telah tersedia minyak goreng merek Fortune dan untuk merek Sanco masih dalam pemesanan di PT Wilmar Nabati Indonesia di Surabaya.

“Saya sudah minta 10 kontener dan yang datang baru 8 kontener, jadi sisanya 2 kontener. Saya targetkan sisanya itu bulan ini juga sudah tersuplay. Karena ini juga mau bulan puasa biar tidak macet,” pungkasnya.*