Sabtu, 18 Mei 2024

Dukung Pedagang dan Tekan Inflasi, Pemda Tidore ‘Borong’ Buah Durian

Makan buah durian bareng Sekda Tidore (Ist/Kaidahmalut)

TIDORE, KAIDAH MALUT – Para ASN dan honorer di lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, makan buah durian bersama Sekda Tidore Ismail Dukomalamo, di Kantor Wali Kota Tidore, Sabtu, 27 Januari 2024.

Gerakan makan durian bareng ini, umtuk mendukung pergerakan ekonomi warga, sekaligus menekan inflasi di Tidore.

Sebanyak 1.000 buah durian yang dibeli dari pedagang lokal Tidore.

Ismail bilang, membeli durian pedagang lokal dan makan bareng pegawai adalah salah satu cara mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, juga menekan inflasi di Kota Tidore Kepulauan. Apalagi, sambung dia, saat ini tengah musim durian, sehingga pemda ikut ambil peran dalam peningkatan ekonomi petani dan pedagang lokal.

“Hari ini saya mengarahkan pegawai di lingkup Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan untuk membeli durian, tujuannya untuk menghidupkan ekonomi masyarakat dan menekan inflasi di Kota Tidore Kepulauan, salah satunya dengan membeli hasil dari petani lokal, agar di musim durian ini para petani bisa sejahtera. Olehnya itu ASN juga harus berpartisipasi, dengan membeli durian,” kata Ismail.

Ismail berharap, hal serupa pula bisa ditiru oleh para OPD.

“Ya kita sisihkan rejeki buat beli durian, ini sama halnya kita membantu perekonomian warga yang bertepatan musimnya juga,” tutur Ismail.

Senada, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Abd. Wahid Saraha menyatakan, dengan banyaknya produk masyarakat yang dibelanjakan, tentu bisa mengendalikan inflasi.

Selain itu, kata dia, membeli hasil panen durian di Tidore sama halnya membeli produk dalam negeri. Ini juga merupakan upaya memberdayakan pengusaha mikro kecil dan pedagang.

“Jadi makan durian ini merupakan upaya mendukung kebijakan mengendalikan inflasi, dengan memperbanyak uang beredar di masyarakat, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan memberdayakan pelaku usaha mikro kecil. Kegiatan di lingkup sekretariat daerah ini, jika diikuti oleh dinas lainnya, maka itu lebih bagus lagi,” ujar Wahid. (*)